SamarindaTitiknolKaltim

Isi Pernyataan dan Imbauan Para Tokoh dalam Aksi Damai ke DPRD di Kaltim

128
×

Isi Pernyataan dan Imbauan Para Tokoh dalam Aksi Damai ke DPRD di Kaltim

Sebarkan artikel ini
KRITISI PEMKOT BALIKPAPAN - Ilustrasi PMII Balikpapan berunjuk rasa, reaksi terhadap fenomena naiknya PBB hingga kesejahteraan guru honorer di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Kamis (21/8/2025) sore. Mendatang, akan ada aksi unjuk rasa yang melibatkan seluruh elemen pada Senin, 25 Agustus 2025, di depan Kantor Pemerintah Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (HO/PMII)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Sejumlah tokoh Kalimantan Timur menyerukan agar aksi unjuk rasa yang akan digelar Aliansi Mahakam di DPRD Kaltim, Senin (1/9/2025), berlangsung secara damai, tertib, dan bermartabat.

Seruan ini disampaikan dalam pertemuan para tokoh di Bagio’s Cafe, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (31/8/2025).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 53 perwakilan tokoh dari berbagai latar belakang, mulai dari agamawan, akademisi, hingga tokoh masyarakat lintas etnis di tingkat Provinsi Kaltim dan Kota Samarinda.

Aksi Aliansi Mahakam dan Seruan Damai

Para tokoh menyampaikan kekhawatiran mereka menjelang aksi yang akan digelar puluhan organisasi mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahakam.

Mereka berharap, penyampaian aspirasi di Gedung DPRD Kaltim tidak menimbulkan kericuhan.

Syaparudin, yang bertindak sebagai moderator pertemuan, menjelaskan bahwa pernyataan sikap ini lahir sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kebangsaan para tokoh Kaltim.

Ia juga menyinggung peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang menjadi korban saat aksi unjuk rasa di Jakarta.

“Kami menyampaikan belasungkawa mendalam. Aspirasi mahasiswa adalah denyut kehidupan bangsa yang harus dihargai, tetapi harus disuarakan dengan kedewasaan dan tanggung jawab,” ujar Syaparudin.

Isi Pernyataan dan Imbauan Para Tokoh

Dalam pertemuan tersebut, para tokoh menyampaikan sejumlah imbauan penting, antara lain:

Kepada mahasiswa dan generasi muda, mereka meminta agar aspirasi disampaikan secara damai, tanpa tindakan anarkis.

Mahasiswa juga diminta mengedepankan dialog, argumentasi ilmiah, dan solusi konstruktif.

Kepada DPRD Kaltim, para tokoh mendesak agar lembaga legislatif ini membuka ruang dialog yang inklusif dan benar-benar menjadi rumah aspirasi rakyat.

Kepada aparat keamanan dan pemerintah daerah, mereka meminta agar pengamanan dilakukan secara humanis, dengan mengedepankan pendekatan komunikasi.

Baca Juga:   UPDATE Hasil Euro 2024 Tadi Malam: Inggris Menang Susah Payah, Belanda Kalahkan Polandia

Kepada masyarakat luas, para tokoh mengimbau agar tetap menjaga persaudaraan lintas agama, etnis, dan budaya. Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu atau hoaks yang bisa memecah belah persatuan.

Kepada para ketua RT, khususnya di Samarinda, mereka menyerukan agar meningkatkan koordinasi dengan warga guna menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kami percaya mahasiswa mampu menyuarakan aspirasi dengan cara beradab. Begitu juga aparat dan pemerintah, harus bersinergi menjaga kedamaian di Samarinda dan Kalimantan Timur,” lanjut Syaparudin.

Pesan dari NU dan Muhammadiyah

Wakil Ketua PW NU Kaltim, Boechorie Noer, yang turut hadir dalam pertemuan, juga menyampaikan pesannya.

Pimpinan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Samarinda ini menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketenteraman wilayah.

“Mari saling bahu-membahu menjaga Kaltim tetap aman, kondusif, dan damai. Persatuan dan kesatuan adalah harga mati, karena tanpa itu tujuan bersama sulit tercapai,” tegas Boechorie.

Hal senada disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Samarinda, Nur Wahid.

Ia menekankan bahwa bangsa Indonesia adalah rumah bersama yang harus dijaga, termasuk di Kaltim.

“Fundamental kita mengajarkan untuk merawat bangsa. Di Samarinda, ketertiban harus dijaga agar kita bisa hidup berdampingan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.

Nur Wahid juga menyoroti pentingnya menyalurkan aspirasi secara sah dan bermartabat. Ia menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa serta kerusakan fasilitas umum dalam aksi di Jakarta.

“Kami menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojek online, dan atas terbakarnya fasilitas umum yang tentunya merugikan kita semua,” pungkasnya. (*)