TITIKNOL.ID, SANGATTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Bengkal di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, masih menghadapi kendala dalam hal pemenuhan tenaga dokter spesialis, meskipun telah memiliki fasilitas yang memadai.
Direktur RSUD Muara Bengkal, Andriansyah, menyebut rumah sakit tipe D tersebut idealnya membutuhkan 7 dokter spesialis, namun hingga kini baru terpenuhi 4 orang.
“Saat ini kami masih kekurangan 3 dokter spesialis, yaitu spesialis kandungan (obgyn), spesialis anak, dan radiologi,” ungkapnya, Jumat (12/9/2025).
Adapun dokter spesialis yang telah bertugas saat ini adalah spesialis bedah, anestesi, penyakit dalam, dan patologi klinik.
Satu-satunya RS Tipe D untuk Lima Kecamatan
RSUD Muara Bengkal resmi beroperasi sejak Maret 2024, setelah diresmikan pada November 2023.
Rumah sakit ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan tingkat II yang melayani lima kecamatan sekaligus:
- Muara Bengkal;
- Muara Ancalong;
- Long Mesangat;
- Busang;
- dan Batu Ampar.
Setelah tiga bulan beroperasi, RSUD Muara Bengkal berhasil meraih akreditasi utama, dan saat ini tengah dalam proses pengajuan status sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pengelolaan keuangannya bisa dilakukan secara mandiri oleh manajemen rumah sakit.
SDM Masih jadi Tantangan
Andriansyah menambahkan bahwa kendala utama saat ini bukan terletak pada alat atau sarana, melainkan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama dokter spesialis.
“Untuk perlengkapan dan peralatan medis, semua sudah lengkap. Kendala kami saat ini hanya di SDM,” tuturnya.
RSUD Muara Bengkal saat ini memiliki sekitar 170 karyawan, terdiri dari ASN (PNS dan PPPK) untuk tenaga kesehatan, serta pegawai honorer untuk bagian non-medis seperti cleaning service dan keamanan. (*)












