Nasional

‎Pacu Ekonomi, Menkeu Purbaya Salurkan Rp200 Triliun ke Lima Bank BUMN

185
×

‎Pacu Ekonomi, Menkeu Purbaya Salurkan Rp200 Triliun ke Lima Bank BUMN

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Rabu (10/9/2025). Purbaya Yudhi Sadewa, menunjukkan sikap tegas dan tak gentar menghadapi pihak-pihak yang tak senang dengan kebijakannya melarang impor pakaian bekas ilegal. Kebijakan ini bertujuan membangkitkan sektor garmen lokal.(Sumber: BPMI Setpres)

TITIKNOL.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun yang ditarik dari Bank Indonesia telah resmi disalurkan ke sistem perbankan.

‎Dana tersebut ditempatkan di lima bank BUMN sejak Jumat (12/9/2025).

‎“Seperti yang saya janjikan, Rp200 triliun sudah diputuskan penempatannya dan siang ini sudah disalurkan ke perbankan,” kata Purbaya dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

‎Dari total dana tersebut, Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing mendapatkan alokasi Rp55 triliun.

‎Sementara BTN menerima Rp25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mendapat Rp10 triliun.

‎Menkeu menjelaskan alokasi dana untuk BSI lebih kecil karena ukuran asetnya memang tidak sebesar bank-bank BUMN lainnya.

‎Meski begitu, keikutsertaan BSI dinilai penting karena bank ini menjadi satu-satunya yang memiliki akses langsung ke Provinsi Aceh.

‎“Kenapa BSI ikut? Karena dia satu-satunya bank yang punya akses ke Aceh, jadi dana ini bisa juga dimanfaatkan di sana,” ujar Purbaya.

‎Ia menegaskan kebijakan ini bertujuan memperkuat likuiditas perbankan agar lebih leluasa menyalurkan kredit ke sektor produktif.

‎Menurutnya, tambahan dana segar tersebut akan mendorong bank memperbesar penyaluran pinjaman.

‎“Tujuannya supaya bank punya banyak cash, dan tidak bisa ditempatkan di instrumen lain selain dikreditkan. Jadi kita memaksa mekanisme pasar berjalan,” jelasnya.

‎Purbaya yang baru saja ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Sri Mulyani pada 8 September lalu, optimistis langkah ini mampu menggerakkan kembali roda perekonomian.

‎Dengan penyaluran dana tersebut, bank diharapkan lebih agresif memberikan pembiayaan untuk usaha dan masyarakat.

‎Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Purbaya juga menyampaikan bahwa Rp200 triliun itu bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) di Bank Indonesia.

‎Kebijakan ini, menurutnya, telah mendapat persetujuan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. (*/)