Penajam

Bupati PPU Hadiri Peluncuran Buku Aji Galeng, Penjaga Negeri dan Peletak Peradaban Nusantara

160
×

Bupati PPU Hadiri Peluncuran Buku Aji Galeng, Penjaga Negeri dan Peletak Peradaban Nusantara

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor hadiri peluncuran buku aji galeng dari paser utara, penjaga negeri peletak peradaban di IKN

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menghadiri acara peluncuran buku berjudul “Aji Galeng dari Paser Utara, Penjaga Negeri Peletak Peradaban” yang digelar di Gedung Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (16/9/2025) sore.

‎Buku ini mengisahkan perjalanan hidup tokoh besar asal Kabupaten PPU, Aji Galeng, yang dikenal sebagai pemersatu Kesultanan Paser dan Kutai pada periode 1790–1882.

‎Sosoknya juga dikenang sebagai penjaga wilayah di masa kolonial Belanda sekaligus peletak fondasi peradaban di kawasan yang kini menjadi lokasi pembangunan IKN Nusantara.

‎Peresmian buku ditandai dengan pembacaan cuplikan kisah sejarah oleh Yayasan Aji Galeng. Naskah dibacakan langsung oleh juraiat Aji Galeng, Bambang Arwanto Gelar Kakah Demong Agung Nata Kusuma Diningrat.

‎Buku tersebut secara simbolis diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.

‎Dalam sambutannya, Bupati PPU Mudyat Noor memberikan apresiasi kepada Yayasan Aji Galeng, Departemen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan karya sejarah ini.

‎Menurutnya, buku tersebut menjadi bukti bahwa tanah PPU menyimpan sejarah perjuangan panjang dan identitas peradaban yang patut dijaga.

‎“Semoga kisah para pahlawan dan penjaga peradaban di wilayah Kabupaten PPU menjadi saksi bahwa sejarah membawa kita pada akar peradaban hingga saat ini, terlebih dengan hadirnya IKN Nusantara di tanah penuh cerita perjuangan,” ujar Mudyat.

‎Ia menegaskan, peluncuran buku ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Aji Galeng, tetapi juga momentum memperkuat identitas, semangat persatuan, serta jati diri masyarakat PPU dan Kalimantan Timur.

‎“Keberadaan IKN yang sejalan dengan kisah tanah peradaban ini menjadi pemicu semangat untuk menjaga nilai sejarah sekaligus menghadirkan kemakmuran bagi bangsa,” tambahnya.

‎Sementara itu, Ketua Yayasan Aji Galeng, Bambang Arwanto, menyebut penerbitan buku ini sebagai upaya menggali kembali jejak tokoh lokal yang berjasa besar dalam menjaga negeri.

‎Nilai-nilai perjuangan Aji Galeng, katanya, relevan untuk memupuk patriotisme, cinta tanah air, dan semangat kebersamaan dalam pembangunan IKN.

‎Catatan sejarah menyebut, Aji Galeng lahir dari garis bangsawan Kesultanan Paser dan Kutai.

‎Ia dikenal sebagai pemimpin kharismatik yang berhasil menyatukan wilayah Telake dan Balik melalui ikatan politik dua kesultanan.

‎Pada 1819, ia diangkat sebagai panglima perang oleh Sultan Kutai Kartanegara ke-16, Aji Muhammad Salehuddin, dan sukses mengusir serangan Inggris pada 1820.

‎Ketangguhan Aji Galeng juga terlihat saat melawan Belanda. Pada 1825, ia memimpin pertempuran sengit di Sepaku selama 93 hari, dan kembali berjuang bersama cucunya, Aji Sumegong, pada 1880.

‎Ia wafat pada 1882 dan dimakamkan di Lembakan.

Baca Juga:   Tinjau Banjir di Sungai Parit, Makmur Marbun Minta Warga Bersihkan Drainase

Peluncuran buku ini dihadiri tokoh akademisi, para raja dan sultan Kalimantan Timur, Deputi OIKN, pejabat Pemprov Kaltim, serta perwakilan perguruan tinggi dari UI, UGM, Unmul, Uniba, hingga Unikarta. (*/)