Penajam

Guru SD Dibekali Ilmu BK, Cegah Masalah Anak Sejak Dini

164
×

Guru SD Dibekali Ilmu BK, Cegah Masalah Anak Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Disdikpora PPU belum lama ini menggelar bimbingan teknis guru kelas dalam pendampingan bimbingan dan konseling SD (istimewa)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai membekali ilmu bimbingan konseling (BK) kepada para guru di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kepala bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dsar (Diksar) Disdikpora PPU, Ismail mengatakan sejak pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) diterapkan, peran guru kelas semakin krusial dalam memberikan rangsangan yang tepat bagi perkembangan anak usia SD.

“Biasanya BK identik dengan SMP/SMA, tapi sekarang guru kelas SD dilatih agar bisa berperan sebagai pendamping BK,” ujar Ismail, Rabu (17/9/2025).

Ismail menuturkan pendampingan guru BK berupaya memahami permasalahan peserta didik yang fokus utamanya tetap mengacu pada penguatan pendidikan karakter.

“Kami menggelar bimtek, mendatangkan pemateri pusat. Para guru dilatih untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengidentifikasi dan mengkaji berbagai masalah yang dihadapi siswa,” jelas Ismail.

Melalui bimtek pula, diharapkan guru kelas memahami pentingnya layanan bimbingan dan konseling di tingkat SD.

“Ketika mereka sudah dibekali pemaham itu, harapannya guru kelas dapat memberikan pendampingan yang efektif kepada siswa sehingga siswa tumbuh dan berkembang secara optimal,” kata dia.

Lebih lanjut, di tingkat SD, layanan BK tidak harus formal di luar jam pelajaran, melainkan dapat disisipkan dalam pembelajaran sehari-hari.

“Kan memang berbeda dengan SMP/SMA, mereka punya guru BK khusus. Kalau SD, kita bekali guru kelasnya dasar-dasar terkait karakter anak beserta penanganannya,” ucapnya.

Ismail juga menambahkan bahwa pentingnya membekali ilmu konseling bagi guru SD sebagai upaya melindungi anak dari berbagai ancaman seperti tindak kekerasan, bullying, serta tindakan lainnya yang berpotensi terjadi di sekolah.

“Laporan-laporan masuk pasti ada, makanya semakin kompleks permasalahan psikologis murid mendorong pemerintah ambil kebijakan memperkuat peran guru BK di sekolah, dan ini prioritas penguatan pendidikan karakter,” pungkasnya.

Baca Juga:   DPRD PPU Gelar Rapat Paripurna Pertama Kepala Daerah Pasca Dilantik

(TN01)