TITIKNOL.ID, PENAJAM – Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Musa, menaruh harapan besar agar pembangunan rumah adat di daerahnya dapat segera diselesaikan. Menurutnya, rumah adat merupakan simbol kebudayaan dan identitas daerah.
Musa menyampaikan hal itu di sela kegiatan Festival Budaya Belian Adat Paser Nondoi yang tengah berlangsung di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, Penajam, Selasa (4/11/2025).
Ia mengatakan, rumah adat menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat PPU, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk berlatih dan mengekspresikan kesenian daerah.
“Anak-anak sanggar seni senang latihan di sini, seperti rumah sanggar. Kalau ada kegiatan adat juga digunakan,” ujarnya.
Menurutnya, bangunan rumah adat berukuran 40×90 meter yang berdiri di atas lahan seluas dua hektare itu saat ini baru selesai sebagian.
“Posisinya baru kaki lima, badannya belum. Kami berharap di masa kepemimpinan Pak Bupati Mudyat Noor, rumah adat ini bisa rampung,” tutur Musa.
Ia menyebut, pembangunan rumah adat tersebut diperkirakan membutuhkan sedikitnya Rp20 miliar. Namun hingga kini belum ada dukungan anggaran untuk kelanjutannya.
“Tahun ini tidak ada bantuan. Sempat wacana tahun depan diusulkan ke pemerintah pusat,” imbuhnya.
Di sisi lain, Musa tetap mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten PPU terhadap pelaksanaan Festival Nondoi yang melibatkan seluruh suku dan paguyuban di wilayah Benuo Taka. Kegiatan budaya yang digelar selama lima hari, 3-8 November 2025 itu, mendapat alokasi anggaran sebesar Rp450 juta.
Senada dengan itu, Bupati PPU Mudyat Noor mengakui kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan untuk mengakomodasi seluruh rencana pembangunan, termasuk sektor kebudayaan.
“Insyaallah, kalau melihat kondisi anggaran saat ini lagi terseok-seok. Tahun depan juga ada pemangkasan APBD 50 persen. Kita berharap bisa alomodir, namun bagaimana pun yang utama adalah standar pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Mudyat.
Ia menegaskan, prioritas pemerintah saat ini adalah menjaga standar pelayanan minimal bagi masyarakat sebelum melangkah ke program lain.
Meski begitu, Mudyat menyatakan akan tetap mencari ruang agar sektor kebudayaan tetap mendapat perhatian, mengingat pentingnya peran rumah adat sebagai simbol persatuan dan identitas masyarakat Paser di PPU.
“Mudahan sebelum masa akhir jabatan pembangunan rumah adat dapat terselesaikan,” pungkasnya.
(TN01)












