SamarindaTitiknolKaltim

Bertaruh pada Pusat di Tengah Anggaran Seret, Harapan Revitalisasi Sekolah Samarinda

140
×

Bertaruh pada Pusat di Tengah Anggaran Seret, Harapan Revitalisasi Sekolah Samarinda

Sebarkan artikel ini
REVITALISASI SEKOLAH SAMARINDA - Ruang kelas SDN 020 Samarinda Utara, rusak, butuh perbaikan dari pemerintah. Harapan terus menguat menjelang pertemuan penting di Jakarta, pihak Wali Kota Samarinda Andi Harun dijadwalkan menghadiri undangan resmi kementerian untuk membahas program revitalisasi pendidikan bersama para kepala daerah se-Indonesia pada Kamis 13 November 2025 mendatang.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menaruh harapan besar terhadap peluang masuknya bantuan dana revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.

Harapan ini menguat menjelang pertemuan penting di Jakarta, pihak Wali Kota Samarinda Andi Harun dijadwalkan menghadiri undangan resmi kementerian untuk membahas program revitalisasi pendidikan bersama para kepala daerah se-Indonesia pada Kamis 13 November 2025 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut akan dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci, termasuk perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), serta Kantor Staf Kepresidenan.

Menurut Asli, agenda tersebut menjadi momentum krusial bagi Samarinda untuk memperjuangkan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang kondisinya saat ini dinilai memprihatinkan.

“Kami sangat berharap bisa mendapatkan bantuan, apalagi anggaran daerah saat ini mengalami pemotongan. Jadi, jika bisa, kami harus mendapatkan [bantuan tersebut],” ujar Asli Nuryadin.

Ajukan Rp129 Miliar, Termasuk SDN yang Sempat Viral

Asli menjelaskan, Pemkot Samarinda akan mengajukan usulan total dana sebesar Rp129 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan dan revitalisasi sekitar enam hingga sembilan sekolah.

Salah satu sekolah prioritas yang diusulkan adalah SDN 020 Samarinda Utara.

Sekolah ini sebelumnya sempat menjadi sorotan publik dan viral di media sosial lantaran kondisi bangunannya yang dinilai sangat memprihatinkan.

“Kami berharap usulan ini bisa diakomodir semua, mengingat anggaran daerah kami terpangkas,” jelasnya.

Asli menambahkan, keterbatasan fiskal daerah memang menjadi salah satu kendala utama dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan di Samarinda.

Oleh karena itu, harapan terbesar kini terletak pada dukungan pendanaan dari pusat, baik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), program revitalisasi nasional, maupun Bantuan Keuangan (Bankeu) dari provinsi.

Baca Juga:   Sekretaris Komisi II DPRD PPU Harap Bendung Sungai Telake Segera Terealisasi

“Mudah-mudahan tahun depan ada perubahan soal pemangkasan anggaran ini. Kalau tidak, kami sangat berharap pada DAK atau program revitalisasi ini, serta mengharapkan bankeu provinsi,” tuturnya.

Komitmen Pusat untuk Revitalisasi Sarana Pendidikan

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti telah menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperluas jangkauan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.

Komitmen tersebut ia sampaikan saat meresmikan Sekolah Terpadu (Integrated School) di Samarinda pada September 2025 lalu.

Abdul Mu’ti mengungkapkan, tahun ini pemerintah pusat telah meningkatkan alokasi revitalisasi sekolah dari 10.440 menjadi 15.850 sekolah, atau naik lebih dari 30 persen. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memastikan setiap anak memperoleh lingkungan belajar yang layak dan aman.

“Mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa mengalokasikan dalam jumlah yang relatif sama untuk segera menuntaskan upaya kita memperbaiki sarana-prasarana pembelajaran di sekolah-sekolah kita,” tutup Abdul Mu’ti. (*)