SamarindaTitiknolKaltim

Samarinda Ajukan Rp129 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah, Harap Dukungan Dana Pusat

132
×

Samarinda Ajukan Rp129 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah, Harap Dukungan Dana Pusat

Sebarkan artikel ini
Revitalisasi sekolah di Samarinda, Kalimantan Timur.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA — Upaya revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di Kota Samarinda memasuki tahap penting setelah serangkaian pertemuan pemerintah daerah dengan kementerian terkait di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan bahwa pertemuan tersebut secara khusus membahas mekanisme serta peluang pendanaan pusat untuk mendukung revitalisasi sekolah.

Skema ini diharapkan dapat menutup keterbatasan APBD yang saat ini tengah mengalami koreksi.

Asli mengungkapkan bahwa Pemkot Samarinda telah mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp129 miliar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas sejumlah sekolah.

“Dana anggaran dari pusat yang kita usulkan kemarin sekitar Rp129 miliar. Teman-teman Disdikbud yang teknis sedang memasukkan data ke aplikasi, karena sekarang semua berbasis sistem,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Ia menegaskan bahwa pengajuan tersebut berada di luar skema pendanaan APBD.

Optimalisasi sumber pembiayaan dari pemerintah pusat, lanjutnya, juga merupakan arahan langsung dari Wali Kota Samarinda.

“Karena anggaran kita sedang terkoreksi, jadi kita berusaha mendapatkan dana dari luar juga. Mudah-mudahan bisa. Tahun lalu kita juga mendapat Rp18 miliar. Tahun ini semoga kembali dapat,” tambahnya.

Relokasi Sekolah Dipertimbangkan Secara Matang

Dalam kesempatan yang sama, Asli turut menjelaskan kebijakan relokasi sekolah yang sebelumnya telah dibahas pemerintah.

Menurutnya, relokasi hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan, dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan kenyamanan siswa.

“Yang direlokasi hanya SMP 48, karena seperti yang disampaikan Pak Wali, memindahkan sekolah itu bukan hanya soal lokasi, tapi kita pikirkan juga apakah murid-murid akan terlalu jauh atau tidak,” jelasnya.

Pertimbangan serupa diterapkan pada sekolah lain seperti SMPN 24, SDN 013, dan SDN 027.

Untuk sekolah-sekolah tersebut, pemerintah memilih strategi cut and fill untuk mengoptimalkan lahan tanpa harus memindahkan lokasi sekolah.

Baca Juga:   Alasan Walikota Surabaya Eri Cahyadi Dukung Pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur

“Jadi di-cut and-fill saja. Nanti kita bangunkan yang di depan, jadi lokasinya tidak pindah. Karena sulit, ada lokasi yang baik tapi jaraknya jauh,” tegasnya.

Pengajuan Berbasis Sistem

Dengan proses pengajuan yang kini sepenuhnya menggunakan sistem digital, Pemkot Samarinda terus melengkapi data dan dokumen pendukung agar usulan revitalisasi dapat masuk dalam alokasi anggaran tahun berikutnya.

Pemerintah berharap dukungan pendanaan pusat kembali mengalir, seperti tahun sebelumnya ketika Samarinda berhasil memperoleh Rp18 miliar. (*)