SamarindaTitiknolKaltim

Mimpi Kaltim Bangun Jalan Tol Digital, Gubernur Rudy Mas’ud Gratiskan Internet hingga Desa

93
×

Mimpi Kaltim Bangun Jalan Tol Digital, Gubernur Rudy Mas’ud Gratiskan Internet hingga Desa

Sebarkan artikel ini
INTERNET DESA KALTIM - Ilustrasi jaringan internet di desa. Desa-desa yang ada di Kalimantan Timur masih ada yang terkendala dalam hal fasilitas sambungan listrik, karena itu akan kesulitan jika diberikan fasilitas internet. (HO/Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) semakin serius mempercepat pembangunan konektivitas digital di wilayah berjuluk Benua Etam.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyebut akses internet sebagai “jalan tol digital” yang wajib menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Gubernur Rudy Mas’ud menerima audiensi jajaran Telkom Regional Kalimantan yang dipimpin oleh General Manager Witel Kaltimtara, I Nyoman Hardiana Artha, di ruang rapat Kantor Gubernur Kaltim, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Senin (1/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa Pemprov Kaltim terus berupaya membangun konektivitas antarwilayah. 

Upaya ini mencakup konektivitas fisik (offline) seperti akses jalan dan jembatan, serta konektivitas digital (online) berupa akses internet yang mumpuni bagi masyarakat.

Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak akan tercapai tanpa adanya konektivitas yang baik.

“Internet itu ‘jalan tol’ digital yang menghubungkan masyarakat dari mana pun dan di mana pun melalui akses digitalisasi,” ungkap Rudy Mas’ud, yang didampingi sejumlah kepala OPD terkait.

Salah satu program prioritas Pemprov Kaltim untuk mewujudkan visi ini adalah program internet gratis desa, yang merupakan bagian integral dari program besar Gratispol dan Jospol.

Tantangan Besar di 109 Desa Blank Spot

Gubernur Rudy Mas’ud menekankan bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari tingkat desa.

Oleh karena itu, digitalisasi wajib dimulai dari desa.

Di Kaltim, terdapat sekitar 841 desa. Dari jumlah tersebut, Gubernur mengungkapkan bahwa sekitar 109 desa masih belum teraliri listrik atau memiliki kondisi listrik yang kurang andal.

Dengan total luas wilayah yang mencapai sekitar 127 ribu kilometer persegi dan tersebar di tujuh kabupaten serta tiga kota, Kaltim memerlukan infrastruktur konektivitas, baik offline maupun online, yang andal untuk memajukan kesejahteraan rakyat secara merata. (*)