Penajam

Perkuat Komitmen Cegah Stunting, Bupati PPU Audiensi dengan Wamen BKKBN di Jakarta

92
×

Perkuat Komitmen Cegah Stunting, Bupati PPU Audiensi dengan Wamen BKKBN di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor melakukan audensi dengan BKKBN untuk membahas program CINTA untuk pencegahan stunting

TITIKNOL.ID, JAKARTA — Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

‎Audiensi tersebut membahas strategi percepatan penurunan stunting melalui edukasi keluarga berisiko serta rencana implementasi Program Cegah Stunting Ibu Anak Tangguh Aktif (CINTA) di PPU.

‎Dalam pertemuan itu, Bupati menjelaskan bahwa program CINTA disiapkan untuk meningkatkan pemahaman keluarga terkait gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola pengasuhan yang tepat sejak awal kehamilan.

‎“Program CINTA bukan hanya intervensi kesehatan, tetapi pendampingan menyeluruh agar ibu dan keluarga mampu berperan aktif dalam pencegahan stunting sejak dini,” ujar Bupati Mudyat Noor.

‎Ia menegaskan pendampingan keluarga akan dilakukan secara terstruktur, agar tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

‎Bupati juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atas rencana implementasi program tersebut pada tahun 2026.

‎Menurutnya, dukungan ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah pusat dalam pengendalian stunting.

‎“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami yakin program ini akan menjadi instrumen penting dalam menciptakan keluarga berkualitas serta menekan angka stunting di PPU,” tegasnya.

‎Ia menerangkan bahwa fokus utama program adalah pemberdayaan ibu dan anak, terutama remaja perempuan, agar terhindar dari risiko pernikahan dini, kekurangan gizi, hingga kematian ibu dan bayi.

‎Bupati berharap kerja sama antara Pemkab PPU dan BKKBN terus diperkuat karena keberhasilan program tidak hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pola komunikasi, penguatan karakter, dan keharmonisan keluarga.

‎“Dengan sinergi kuat, kami optimistis PPU dapat menjadi daerah dengan keluarga yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting,” tutupnya. (*/)