Tahukah Anda ke mana perginya sampah rumah tangga di Ibu Kota baru kita? Jawabannya bukan di timbun, tapi diolah dengan teknologi termal mutakhir. Simak profil TPST 1 Nusantara yang jadi pionir pengelolaan sampah modern di Indonesia
TITIKNOL.ID, NUSANTARA – Langkah nyata menuju kota berkelanjutan mulai terlihat di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur.
Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) 1 yang berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, kini resmi beroperasi untuk menangani sampah rumah tangga di kawasan tersebut.
Fasilitas modern ini dirancang dengan pendekatan pengolahan terpadu berbasis waste-to-energy.
Tidak hanya sekadar menampung, TPST 1 mampu mengolah hingga 74 ton sampah per hari melalui serangkaian proses mulai dari pemilahan, pengurangan kadar air, hingga pengolahan akhir menggunakan teknologi termal.
Seluruh aktivitas pengolahan sampah dilakukan di dua bangunan utama, yakni Bangunan Pengelolaan (BP) 1 untuk proses fisika dan BP 2 untuk proses termal.
Manajer PT Bina Karya untuk Operation & Maintenance TPST 1, Harun, menjelaskan bahwa fasilitas ini disiapkan untuk melayani sampah dari KIPP dan area sekitarnya dengan kapasitas desain awal mencapai 2 x 30 ton per hari.
“Melalui inovasi waste-to-energy, sampah diubah menjadi sumber energi,” ungkap Harun yang dikutip Titiknol.id, Jumat (2/1/2026) via press rilis.
Harun menekankan bahwa TPST 1 bukan sekadar solusi jangka pendek.
Fasilitas ini diproyeksikan untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah seiring bertambahnya populasi dan hunian di IKN.
Sistem ini diharapkan menjadi pionir pengelolaan sampah modern yang bisa direplikasi di wilayah lain.
“TPST 1 KIPP disiapkan sepenuhnya untuk mendukung perkembangan IKN ke depan,” tambahnya.
Selain aspek lingkungan, proyek ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat lokal.
Pengoperasian fasilitas ini melibatkan penduduk sekitar sebagai tenaga kerja, sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan.
“Kami berharap keberadaan TPST ini mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat secara bertahap, terutama dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab,” jelas Harun.
Di bawah supervisi Direktorat Otorita IKN, operasional TPST 1 menandai paradigma baru pengelolaan sampah di Indonesia, dari sekadar membuang (disposal) menjadi mengolah (processing) yang bernilai guna.
(*)












