TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong percepatan tanam padi pada tahun 2026 untuk mendukung pencapaian target serapan gabah Bulog yang ditetapkan 15.268 ton.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengatakan percepatan tanam menjadi faktor kunci agar produksi gabah petani selaras dengan kebutuhan penyerapan Bulog sepanjang musim tanam.
“Target serapan Bulog tahun 2026 dinaikkan menjadi 15.268 ton. Karena itu, kami fokus mendorong percepatan tanam agar produksi bisa optimal dan serapan berjalan maksimal,” kata Gunawan, Selasa (20/1/2026).
Menurut dia, capaian serapan gabah tahun 2025 menjadi dasar optimisme tersebut.
Tahun lalu, serapan gabah mencapai 13.788 ton dari wilayah PPU dan Paser, atau sekitar 200 persen dari target awal Bulog yang hanya 6.484 ton.
Dinas Pertanian bersama Bulog Wilayah Paser, Perpadi, Dinas Ketahanan Pangan, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terus memperkuat koordinasi untuk memastikan pola tanam berjalan sesuai kalender tanam.
“Target serapan dihitung dari keseluruhan musim tanam 2026. Maka, tanam harus tepat waktu agar panen tidak menumpuk di satu periode,” ujarnya.
Gunawan menjelaskan, serapan gabah terbesar diperkirakan terjadi pada musim tanam pertama, yakni Maret hingga Mei.
Untuk itu, percepatan tanam sejak awal tahun menjadi prioritas agar panen bisa lebih merata.
“Kalau tanam serentak dan tepat waktu, Bulog juga lebih mudah menyerap gabah petani,” jelasnya.
Saat ini, luas baku sawah di Kabupaten PPU tercatat sekitar 7.508 hektare, dengan rata-rata luas tambah tanam mencapai 6.700 hektare.
Distan PPU menargetkan Indeks Pertanaman (IP) 250 pada 2026 dapat tercapai, dengan acuan kalender tanam IP 300.
Disamping itu, Bulog disebut telah menyiapkan anggaran penyerapan gabah, termasuk skema pembayaran non-tunai untuk mempermudah transaksi dengan petani. Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Dengan percepatan tanam dan kepastian penyerapan dari Bulog, kami harap petani semakin diuntungkan dan produksi pangan daerah tetap terjaga,” tandasnya. (TN01)












