Definisi minta sedikit dikasih banyak! Berkat lobi cerdik Bupati Sri Juniarsih di Rakernas APKASI, Menteri Pertanian langsung instruksikan bantuan 400 hektare bibit kakao dan kelapa untuk Berau. Siap-siap, cokelat Berau bakal makin mendunia
TITIKNOL.ID, BATAM – Diplomasi Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di kancah nasional kembali membuahkan hasil manis. Dalam ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APKASI ke-17 yang berlangsung di Batam, orang nomor satu di Bumi Batiwakkal ini berhasil meyakinkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk memberikan dukungan masif bagi sektor perkebunan Berau.
Awalnya, Bupati Sri Juniarsih mengajukan bantuan bibit kakao dan kelapa masing-masing untuk lahan seluas 100 hektare.
Permohonan ini diajukan sebagai solusi atas hambatan produksi yang selama ini mengganjal ambisi ekspor cokelat Berau ke pasar global.
Di hadapan Menteri Pertanian, Sri Juniarsih memaparkan potensi sekaligus tantangan yang dihadapi para petani lokal.
“Kami memiliki cokelat terbaik di Indonesia, Pak, dan sudah dilirik oleh dunia. Namun, saat ini kami belum sanggup memenuhi permintaan pasar internasional karena keterbatasan jumlah produksi,” ungkap Sri Juniarsih saat sesi dialog.
Mendengar paparan tersebut, Menteri Andi Amran Sulaiman memberikan respons yang mengejutkan.
Alih-alih hanya mengabulkan permintaan awal, ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk memberikan bantuan dua kali lipat, yakni 200 hektare bibit kakao dan 200 hektare bibit kelapa khusus untuk Kabupaten Berau.
Keberhasilan lobi ini disambut sebagai angin segar bagi program hilirisasi produk pertanian di Berau.
Tambahan lahan produktif seluas total 400 hektare tersebut diharapkan mampu menutupi kekurangan bahan baku yang selama ini dikeluhkan oleh pengolah cokelat lokal.
Langkah ini juga sejalan dengan peta jalan pembangunan ekonomi daerah yang telah menetapkan tiga desa di Berau sebagai sentra pengolahan cokelat unggulan.
“Dukungan ini sangat berarti untuk memperkuat hilirisasi. Kami ingin cokelat Berau tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga mampu memenuhi permintaan pasar yang terus melonjak,” tegas Sri Juniarsih dengan optimis.
Dengan ketersediaan bibit unggul ini, pemerintah daerah yakin komoditas kakao akan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan, sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan bagi masyarakat pedesaan di Berau. (*)












