SamarindaTitiknolKaltim

Pemprov Kaltim Siapkan 20 Titik Penambatan Kapal demi Lindungi Jembatan Mahulu Samarinda

97
×

Pemprov Kaltim Siapkan 20 Titik Penambatan Kapal demi Lindungi Jembatan Mahulu Samarinda

Sebarkan artikel ini
JEMBATAN DISENGGOL KAPAL - Jembatan Mahulu di Samarinda, Kalimantan Timur usai disenggol kapal tongkang. Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim memastikan Jembatan Mahulu di Samarinda tetap aman bagi pengguna jalan. 

Bukan cuma jaga jembatan agar tetap aman, Sungai Mahakam kini disiapkan jadi sumber PAD baru. Wagub Kaltim Seno Aji targetkan 20 titik penambatan kapal rampung di 2026. Penasaran di mana saja lokasinya? Cek berita selengkapnya

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mematangkan rencana pembangunan area penambatan kapal di sepanjang Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Proyek strategis ini dirancang dengan dua tujuan utama, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memitigasi risiko benturan tongkang terhadap jembatan-jembatan vital.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyiapkan titik-titik penambatan yang nantinya akan dikelola secara profesional oleh Perusahaan Daerah (Perusda).

“Prosesnya sedang berjalan. Kami sedang menyiapkan lokasi-lokasi penambatan tongkang yang pengelolaannya akan diserahkan ke Perusda,” ujar Seno, Jumat (23/1/2026).

Seno optimistis, keterlibatan Perusda dalam tata kelola tambat kapal ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pundi-pundi daerah.

Ia berharap dalam satu hingga dua bulan ke depan, sudah ada perkembangan positif terkait kesiapan operasional dari pihak Perusda.

Terkait regulasi, Seno memastikan bahwa payung hukum pengelolaan tambat oleh daerah sudah klir dan mengantongi lampu hijau dari pemerintah pusat.

“Aturannya sudah ada. Pusat mengizinkan daerah untuk mengelola area tambat tersebut,” tambahnya.

Target 20 Titik Tambat

Senada dengan Wagub, Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Ahmad Maslihuddin, menuturkan bahwa pengaturan area tambat akan membuat lalu lintas perairan lebih tertib dan aman.

“Dengan adanya area tambat yang teratur, kapal-kapal akan lebih aman saat bersandar, sehingga risiko hanyut atau menabrak pilar jembatan bisa diminimalisir,” jelas Maslihuddin.

Saat ini, Dishub Kaltim telah menetapkan dua lokasi penambatan di atas lahan milik Pemprov, yakni di kawasan Sungai Kunjang dan Sungai Lais.

Baca Juga:   ASN Pindah ke Ibu Kota Nusantara, Balikpapan akan Kena Dampak Positif di Sektor Ekonomi

Awalnya direncanakan sebanyak 16 tiang tambat, namun jumlah tersebut berpeluang ditambah jika efisiensi anggaran dan konstruksi bisa dimaksimalkan.

“Kami sedang upayakan penyederhanaan konstruksinya agar bisa mencapai 20 titik tambat,” tuturnya.

“Target kami, proyek ini bisa rampung seluruhnya pada akhir tahun 2026,” pungkasnya. 

(*)