BalikpapanTitiknolKaltim

Solusi Cerdas Reduksi Sampah, TPST Karang Joang Kini Resmi Beroperasi di Balikpapan

107
×

Solusi Cerdas Reduksi Sampah, TPST Karang Joang Kini Resmi Beroperasi di Balikpapan

Sebarkan artikel ini
TPST Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur jadi lokasi dalam pengolahan sampah.

TPA Manggar diprediksi penuh tahun ini! Tapi tenang, warga Balikpapan kini punya ‘senjata rahasia’ baru di Karang Joang yang bisa mengubah sampah menjadi investasi emas. Bagaimana caranya?

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat strategi untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Langkah terbaru diwujudkan melalui pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Karang Joang di Kecamatan Balikpapan Utara.

Fasilitas yang pembangunannya rampung pada akhir 2025 tersebut kini resmi dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rei Energi Indonesia sejak 12 Januari 2026, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan.

Direktur Rei Energi Indonesia, Faisal Ahmad, menjelaskan bahwa TPST ini hadir sebagai solusi pengolahan, bukan sekadar tempat penampungan.

“TPST ini mengelola sampah langsung dari sumbernya, mulai dari bank sampah, industri rumah tangga, hotel, restoran, hingga sektor ritel seperti minimarket,” ujar Faisal.

Optimalisasi Kapasitas Pengolahan

Secara teknis, TPST Karang Joang memiliki kemampuan mengolah dua jenis sampah utama, yakni organik dan anorganik.

Jika seluruh mesin beroperasi secara optimal, fasilitas ini mampu mengolah hingga 30 ton sampah per hari.

Namun, untuk tahap awal, volume yang dikelola masih berkisar di angka 5 ton per hari.

Jumlah ini akan ditingkatkan secara bertahap guna mencapai target pengurangan sampah di tingkat hulu.

Langkah ini sangat krusial mengingat TPA Manggar yang menampung 400 hingga 500 ton sampah harian diprediksi akan mencapai kapasitas maksimal pada tahun 2026 ini.

“Jika sampah tidak direduksi dari hulu, TPA akan mengalami krisis. Itulah mengapa TPST harus ada di tiap kecamatan. Harapannya, tahun ini bisa bertambah tiga TPST lagi agar cakupannya merata di seluruh Balikpapan,” tambah Faisal.

Baca Juga:   PLN UIP KLT Tunjukkan Kinerja Terbaik, PLTU Malinau Berhasil Lakukan Tes Performa

Sampah jadi Emas

Pada masa awal operasional, pengelola fokus memperkuat sinergi dengan jejaring bank sampah di tingkat RT.

Faisal menekankan bahwa TPST berperan sebagai pendukung utama bagi keberlangsungan bank sampah yang sudah ada di masyarakat.

Melalui skema ini, sampah yang telah dipilah oleh warga tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi nyata.

Masyarakat dapat menukar sampah terpilah mereka menjadi tabungan uang, paket sembako, bahkan dikonversi menjadi investasi tabungan emas.

Kehadiran TPST Karang Joang diproyeksikan menjadi model percontohan pengelolaan sampah berbasis kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat.

Selain itu, fasilitas ini juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam rantai distribusinya.

“Nantinya, produk hasil olahan dari TPST Karang Joang ini akan dikirim ke pihak ketiga di Surabaya untuk dijual kembali dan diolah menjadi barang jadi yang bernilai guna,” pungkas Faisal. (*)