Uang Rp268 Juta cuma buat makan sehari? Walikota Andi Harun langsung ‘rem blong’ anggaran mamin Samarinda yang tembus Rp98 Miliar setahun! APBD lagi turun, saatnya pejabat belajar rapat tanpa snack. Simak kebijakan efisiensi ekstremnya di sini
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Walikota Samarinda, Andi Harun, dibuat geleng-geleng kepala saat membedah postur anggaran daerahnya.
Bagaimana tidak? Anggaran belanja makan dan minum (mamin) di lingkungan Pemkot Samarinda tercatat menembus angka fantastis: Rp98 miliar dalam setahun.
Jika dihitung rata-rata, Pemkot Samarinda menghabiskan sekitar Rp268,5 juta per hari hanya untuk urusan konsumsi.
Di tengah tekanan fiskal tahun 2026, Walikota Andi Harun menilai angka ini bukan lagi sekadar belanja, melainkan pemborosan yang tidak masuk akal.
“Bayangkan, belanja makan minum sampai Rp98 miliar setahun. Kita cari PAD itu jungkir balik, susah sekali. Tapi menyusun belanja mamin sebesar itu? Bagi kami sudah di luar nalar akal sehat,” tegas Walikota Samarinda, Andi Harun, Jumat (23/1/2026).
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Struktur APBD Samarinda 2026 sedang mengalami kontraksi hebat.
Dari angka Rp5,8 triliun di tahun sebelumnya, kini merosot drastis menjadi hanya Rp3,18 triliun, alias berkurang hampir Rp2 triliun.
Penurunan ini merupakan imbas dari kebijakan efisiensi APBN yang berdampak langsung pada Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Walikota Andi Harun pun langsung memasang mode “hemat ekstrem” dengan instruksi jelas: Jangan ada lagi gaya hidup mewah saat dompet sedang tipis.
“Masa cara belanja kita saat punya uang Rp5,8 triliun sama dengan saat uang kita Rp3 triliun? Tentu harus ada yang dikorbankan. Yang kita pangkas bukan belanja publik, tapi perjalanan dinas dan makan minum. Kita bisa rapat tanpa snack,” tegasnya.
3 Jurus Efisiensi Ekstrem Andi Harun
Berikut adalah rincian “diet anggaran” yang mulai diberlakukan di Samarinda tahun ini:
Belanja Makan Minum (Mamin): Dipotong hingga 80 persen. Rapat internal kini dilarang menyajikan konsumsi atau snack, kecuali jika mengundang tamu dari luar daerah.
- Perjalanan Dinas:
Anggaran untuk 30 OPD dan Sekretariat Kota dipangkas habis-habisan, kini hanya dijatah total Rp7 miliar. Padahal, tahun lalu Sekretariat Kota saja bisa menyedot lebih dari Rp10 miliar.
- Acara Seremonial:
Hari Jadi Kota Samarinda ke-358 yang biasanya meriah di lapangan, kini ditiadakan. Perayaan hanya dilakukan lewat Rapat Paripurna DPRD. Anggaran sebesar Rp1–1,5 miliar dialihkan untuk memperbaiki jalan sepanjang 600 meter.
Daerah Lain Juga Diawasi
Langkah Walikota Andi Harun ini sejalan dengan kegeraman Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Tito baru-baru ini mengungkap temuan adanya daerah yang menghabiskan anggaran konsumsi hingga Rp1 miliar per hari.
Fenomena ini juga memicu reaksi keras dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong.
Ia meminta Kemendagri menyisir seluruh APBD di Indonesia agar anggaran tidak habis hanya untuk urusan perut pejabat.
“Kita ingin sewajarnya saja. Jangan dihabiskan semua untuk makan minum. Lebih baik disimpan (saving) untuk persiapan kejadian tak terduga seperti bencana,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.
Meski APBD 2026 terasa menyesakkan, Andi Harun optimistis langkah ini akan memperkuat postur anggaran di tahun 2027.
Ia berharap budaya hemat ini menetap, bahkan jika nantinya anggaran kembali normal.
“Tujuannya agar APBD kita kuat di 2027. Sisa anggaran dari penghematan ini nantinya bisa memperkuat program yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
(*)












