Di saat Balikpapan bersolek menyambut hari jadinya yang ke-129, sebuah pesan menohok justru membentang di pusat kota. Spanduk bertuliskan ‘Kota Penuh Genangan’ menjadi kado pahit sekaligus pengingat bagi pemerintah di tengah euforia ulang tahun kota
TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pemandangan berbeda terlihat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Simpang Plaza Balikpapan menjelang peringatan HUT ke-129 Kota Balikpapan.
Sebuah spanduk raksasa bertuliskan “Selamat HUT Kota Balikpapan, Kota yang Penuh Genangan” terbentang sebagai bentuk protes dari Aliansi Balikpapan Melawan, Senin (9/2/2026).
Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyatakan bahwa pemerintah kota dan legislatif bersikap terbuka serta menghargai setiap aspirasi yang muncul.
Ia menegaskan bahwa kritik adalah bumbu demokrasi yang diperlukan untuk perbaikan kota.
Pemerintah tidak boleh anti-kritik atau anti-demo. Selama aspirasi yang disampaikan bersifat konstruktif dan demi kepentingan masyarakat.
“Tentu kita terima,” ujar Alwi usai memimpin Sidang Paripurna Istimewa di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (9/2/2026).
Aksi ini membawa sejumlah isu krusial, mulai dari persoalan lokal hingga kebijakan nasional yang berdampak pada daerah.
Berikut adalah poin-poin utama yang disuarakan:
- Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG):
Massa menyoroti implementasi MBG yang dinilai memicu pemangkasan anggaran di sektor pendidikan.
Sehingga mereka menuntut program ini dievaluasi atau dihentikan.
- Masalah Banjir Menahun:
Persoalan banjir yang terus berulang menjadi catatan merah yang dinilai belum tertangani secara tuntas oleh pemerintah.
- Keselamatan di Simpang Rapak:
Masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di kawasan maut Simpang Rapak menuntut solusi nyata yang lebih efektif.
- Audit Tata Ruang dan RTH:
Massa menuntut evaluasi seluruh izin pembangunan yang dianggap menabrak Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta mendesak penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
- Perbaikan Infrastruktur:
Desakan untuk perbaikan jalan-jalan kota yang rusak serta evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Siap Membuka Ruang Dialog
Alwi Al Qadri memastikan bahwa DPRD Balikpapan tidak akan menutup mata.
Ia berjanji akan menjadwalkan pertemuan untuk mendengarkan langsung poin-poin keberatan dari para mahasiswa.
“Kalau ada aksi kita terima, nanti kita duduk bareng. Kita akan dengarkan masukan dari teman-teman mahasiswa seperti apa,” bebernya.
“Saya tegaskan sekali lagi, kita tidak anti-kritik selagi itu hal positif buat kepentingan masyarakat Balikpapan,” pungkasnya. (*)












