TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 M untuk pertama kalinya di Rumah Jabatan Bupati PPU, Kelurahan Nipah-nipah, Senin (22/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati PPU Mudyat Noor, Wakil Bupati Abdul Waris Muin, Ketua DPRD PPU Raup Muin, Sekda PPU Tohar, jajaran Forkopimda, para ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Mudyat Noor menegaskan Safari Ramadan menjadi wujud komitmen Pemkab PPU untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat dan para tokoh daerah. Momentum Ramadan, menurutnya, adalah ruang memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.
“Momentum bulan suci Ramadan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan kebersamaan dalam membangun Benua Taka yang kita cintai,” ujar Mudyat.
Pada kesempatan itu, Pemkab PPU bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten PPU menyalurkan bantuan program Ramadan Berkah kepada para mustahik. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga bantuan yang disalurkan hari ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita serta memperkuat rasa harapan, kebahagiaan, dan semangat menjalani kehidupan yang lebih baik di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini,” tambahnya.
Mudyat juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta meningkatkan kolaborasi dalam membangun Kabupaten PPU sebagai gerbang Nusantara.
“Mari kita jadikan bulan suci Ramadan ini sebagai momentum untuk memperkuat iman dan mempererat persaudaraan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama PPU Muhammad Syahrir dalam tausiahnya menekankan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu serta menjaga sikap dan perilaku.
Ia menjelaskan, puasa memiliki tingkatan, mulai dari puasa umum (shaumul ‘umum) hingga puasa khusus yang dijalankan oleh orang-orang bertakwa dengan menjaga lahir dan batin.
“Jangan sampai kita menjadi orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus. Puasa harus dilandasi iman dan takwa agar menjadi jalan pengampunan dosa,” ungkapnya.
Melalui Safari Ramadan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun PPU yang religius, harmonis, dan sejahtera. (*/)
Safari Ramadan Perdana di Rujab, Mudyat Noor Ajak Warga Perkuat Ukhuwah Bangun Benua Taka












