PenajamTitiknolKaltim

Cegah Gejolak Harga, Wabup PPU Imbau Warga Tak Belanja Berlebihan Jelang Lebaran

40
×

Cegah Gejolak Harga, Wabup PPU Imbau Warga Tak Belanja Berlebihan Jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diminta tidak melakukan pembelian berlebihan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diminta tidak melakukan pembelian berlebihan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Lonjakan belanja yang tak terkendali dikhawatirkan memicu kenaikan harga bahan pokok di pasaran.

‎Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Mu’in, mengimbau warga agar berbelanja secara wajar dan menyesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga.

‎”Biasanya permintaan yang tinggi dari masyarakat justru memicu kenaikan inflasi. Karena itu masyarakat diharapkan membeli sesuai kebutuhan agar harga tetap stabil di pasaran,” kata Waris, Senin (9/3/2026).

‎Menurut dia, peningkatan permintaan barang menjelang Lebaran memang menjadi pola tahunan. Namun jika disertai aksi borong atau penimbunan, kondisi itu dapat mendorong harga kebutuhan pokok melonjak.

‎”Kalau tidak ada yang menimbun, insyaallah stok aman. Belanja secukupnya saja,” ujarnya.

‎Imbauan serupa juga ditujukan kepada para pedagang. Ia meminta pelaku usaha tidak memanfaatkan momentum Ramadan dan Idulfitri untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

‎”Kepada pedagang, harapannya harga pasar tetap dalam batas normal dan tidak melebihi kewajaran,” tegasnya.

‎Untuk menjaga keseimbangan pasar, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag), kata dia, akan melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional maupun swalayan.

‎Langkah itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang serta memantau perkembangan harga di lapangan.

‎Sebagai langkah antisipasi, pemda juga menyiapkan pasar murah jika diperlukan, supaya masyarakat tetap mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan.

‎”Diskukmperindag akan memantau harga dan stok bahan pokok di lapangan. Jika diperlukan, akan digelar pasar murah untuk menyeimbangkan harga,” pungkasnya.

‎(TN01)