SamarindaTitiknolKaltim

Pemkot Samarinda Seleksi Kepala Sekolah via Deteksi Wajah dan Link BKN

62
×

Pemkot Samarinda Seleksi Kepala Sekolah via Deteksi Wajah dan Link BKN

Sebarkan artikel ini
CARI FIGUR SEKDA - Jabatan lowong, menunggu kandidat yang cocok untuk duduk pada kursi kekuasaan. Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda kini memasuki babak penentuan. Tiga kandidat terbaik resmi beradu visi dan strategi di hadapan Wali Kota Andi Harun, yang secara langsung menguji kapasitas mereka untuk menjadi 'panglima' birokrasi di Kota Tepian. (Gemini Ai) 

Zaman ‘titip jabatan’ sudah lewat. Kini, kursi Kepala Sekolah di Samarinda hanya bisa diduduki oleh mereka yang punya rekam jejak bersih. Mulai dari catatan disiplin hingga absensi dipelototi langsung lewat sistem yang terkoneksi ke pusat. Siapa saja yang lolos verifikasi?

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kini menerapkan standar baru dalam pengangkatan kepala sekolah.

Tak lagi sederhana, mekanisme seleksi kini dibuat lebih transparan, berlapis, hingga terintegrasi secara nasional.

Proses penguatan kualitas kepemimpinan sekolah ini dibahas secara mendalam dalam rapat tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah pada Senin (16/3/2026).

Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menegaskan bahwa penentuan kepala sekolah saat ini harus melalui serangkaian prosedur ketat yang melibatkan berbagai unsur pengawasan.

“Sekarang prosesnya melalui prosedur yang melibatkan Dewan Pendidikan, pengawas, BKPSDM, dan tim internal Disdikbud sendiri,” ujar Asli.

Tahapan ini dimulai dari verifikasi administrasi hingga rekam jejak kinerja. Tim lintas instansi ini bertugas menyisir setiap catatan kepegawaian para calon.

“Bagaimana absennya, bagaimana catatan kepegawaiannya. Teman-teman di BKPSDM yang memegang data tersebut,” tambahnya.

Salah satu lompatan besar dalam seleksi kali ini adalah penggunaan sistem digital.

Mekanisme rekrutmen kini terhubung langsung (link) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Ada aplikasi keterbukaan publiknya. Di internal, kita rapatkan catatan kinerja para bakal calon kepala sekolah tersebut,” jelas Asli.

Asli mengungkapkan, kedisiplinan menjadi harga mati. Sistem absensi saat ini sudah berbasis teknologi pengenalan wajah (face recognition).

Namun, pihaknya tetap mengedepankan asas keadilan dengan melakukan klarifikasi jika ditemukan kendala teknis.

“Kalau tidak absen, pasti kelihatan di sistem. Tapi kita klarifikasi juga, bisa jadi karena tugas luar, surat izin, atau kendala jaringan yang lelet sehingga terjadi crash. Itu semua kita verifikasi,” terangnya.

Baca Juga:   Donna Faroek Anak Eks Gubernur Kaltim Jalani Sidang Perdana Kasus Suap IUP

Finalisasi Setelah Lebaran

Hingga saat ini, proses seleksi masih dalam tahap penggodokan dan belum memasuki penetapan akhir.

Masih ditemukan beberapa catatan disiplin, terutama terkait Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan absensi yang perlu diklarifikasi oleh para calon.

Nanti ada rapat lanjutan untuk finalisasi.

“Kita usahakan secepatnya, namun karena ini menjelang Idul Fitri, kemungkinan besar (diumumkan) setelah Lebaran,” pungkas Asli. (*)