SamarindaTitiknolKaltim

Gubernur Rudy Mas’ud Tegas: Tak Ada Lagi Keterlibatan Keluarga di Struktur Pemprov Kaltim

12
×

Gubernur Rudy Mas’ud Tegas: Tak Ada Lagi Keterlibatan Keluarga di Struktur Pemprov Kaltim

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kaltim, Rudy Masud saat melakukan klarifikasi di akun media sosialnya (Tangkapan Layar - Instagram)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA– Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, merespons isu nepotisme usai melibatkan keluarga dalam struktur pemerintahan dengan langkah tegas.

‎Ia memastikan tidak ada lagi peran keluarga dalam posisi yang berkaitan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

‎Penegasan tersebut juga mencakup keberadaan keluarga dalam Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang selama ini menjadi sorotan publik.

‎“Mulai besok, tidak ada lagi keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemprov Kaltim,” ungkap Rudy.

‎Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan dapat diawasi secara bersama oleh masyarakat.

‎Rudy juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan sebelumnya yang sempat menimbulkan persepsi keliru di tengah publik.

Ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dan fokus bekerja dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.

‎Diketahui, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik anggaran renovasi rumah dinas serta isu dugaan nepotisme yang ramai menjadi sorotan publik.

‎Melalui pernyataan terbuka yang disampaikan lewat akun media sosial pribadinya Rudy mengakui dirinya menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait rencana anggaran renovasi rumah dinas yang mencapai Rp25 miliar.

‎Anggaran tersebut menuai kritik karena memuat sejumlah fasilitas yang dinilai tidak mendesak, seperti kursi pijat dan akuarium air laut, di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai kebutuhan dasar.

‎Rudy menjelaskan bahwa perencanaan anggaran tersebut telah ada sebelum dirinya menjabat. Namun demikian, ia menegaskan tetap bertanggung jawab penuh sebagai kepala daerah.

‎“Sebagai gubernur, tanggung jawab tetap ada pada saya. Saya harus memastikan setiap anggaran benar-benar sesuai dengan rasa keadilan masyarakat,” ujarnya, Minggu 26 April 2026.

‎Sebagai bentuk tanggung jawab moral ia menyatakan siap menanggung secara pribadi biaya fasilitas yang dianggap di luar kebutuhan kedinasan agar tidak membebani APBD.

‎Selain itu Rudy juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh komponen anggaran fasilitas pimpinan melalui proses audit terbuka.

‎“Semua item akan kami evaluasi dan audit ulang secara transparan, agar masyarakat bisa melihat langsung dan memastikan penggunaannya tepat sasaran,” tegasnya. (*/)