SAMARINDA, TITIKNOL.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Samarinda, Sabtu (25/4/2026). Forum lima tahunan ini diagendakan untuk memilih kepengurusan baru periode 2026–2031 serta merumuskan proyeksi strategis organisasi dalam kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Dalam pidato pembukaannya, Andi Harun menegaskan bahwa eksistensi KAHMI harus melampaui sekadar wadah silaturahmi bagi para alumni. Ia memposisikan organisasi ini sebagai elemen krusial dalam struktur masyarakat sipil (civil society) yang memiliki tanggung jawab moral untuk tetap aktif dalam dinamika sosial dan politik, bahkan setelah masa aktif di kemahasiswaan usai.
Wali Kota menekankan bahwa integritas dan visi kepemimpinan menjadi syarat mutlak bagi jajaran pengurus yang akan terpilih. KAHMI diharapkan mampu menjadi mesin produksi gagasan konstruktif yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik, sekaligus menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kota Samarinda dalam mengawal arah pembangunan.
Menurutnya, peran intelektual alumni HMI sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan daerah yang semakin kompleks. Musda ini dipandang sebagai momentum konsolidasi internal untuk memperkuat peran nyata organisasi di tengah masyarakat, memastikan bahwa setiap program kerja yang disusun memiliki dampak langsung pada kesejahteraan sosial.
“Dalam perspektif sosial politik, KAHMI tidak hanya sekadar organisasi alumni, tetapi harus bertransformasi menjadi bagian dari civil society. Alumni tidak boleh dipahami berhenti bergerak, karena sejatinya peran itu terus melekat,” ujar Andi Harun.
Forum ini dihadiri oleh lintas generasi alumni HMI yang berkomitmen untuk memperkuat eksistensi organisasi sebagai motor penggerak perubahan. Dengan tuntasnya Musda ini, KAHMI Samarinda diharapkan segera melakukan akselerasi program yang relevan dengan dinamika pembangunan daerah di masa depan. (advertorial)










