TitiknolKaltim

Gubernur Kaltim Pastikan Bankeu Tetap Mengalir, Siapkan Skema Cegah Guncangan Fiskal Daerah

1
×

Gubernur Kaltim Pastikan Bankeu Tetap Mengalir, Siapkan Skema Cegah Guncangan Fiskal Daerah

Sebarkan artikel ini
APBD KALTIM 2026 - Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud tanggapi APBD Kaltim TA 2026 resmi disahkan dalam Rapat Paripurna ke-47 DPRD Kaltim di Gedung B Karang Paci, Samarinda, pada Minggu (30/11/2025) malam.

TITIKNOL.ID – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memastikan bantuan keuangan (bankeu) untuk 10 kabupaten/kota tetap dialokasikan guna mencegah guncangan fiskal di daerah.

‎Pernyataan tersebut disampaikan dalam Musrenbang Kaltim di Samarinda, sebagai respons atas kekhawatiran terkait wacana penghapusan bankeu pada 2027.

‎“Saya sudah sampaikan kepada Sekda agar bantuan keuangan ini tetap diupayakan masuk meski kapasitas anggaran terbatas,” ujar Rudy.

‎Ia menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi usulan pemerintah daerah, meskipun Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebenarnya telah ditutup.

‎Pemprov Kaltim bahkan membuka peluang mencari celah untuk membuka kembali sistem tersebut agar hasil kesepakatan Musrenbang tetap bisa diakomodasi.

‎Komitmen ini juga menjawab masukan Anggota DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, yang menyoroti dampak jika bankeu benar-benar dihapus.

‎Menurut Sofyan, penghapusan bantuan keuangan provinsi berpotensi menimbulkan efek domino, terutama di tengah pembatasan belanja pegawai yang semakin ketat.

‎Ia mengingatkan, tanpa dukungan dana provinsi, belanja pegawai daerah dibatasi maksimal 30 persen dari APBD, yang berpotensi berdampak pada kesejahteraan ASN.

‎Menindaklanjuti arahan gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mulai menyusun skema teknis penyaluran dana tersebut.

‎Ia menegaskan, mekanisme penyaluran akan diselaraskan dengan prioritas pembangunan serta kemampuan keuangan daerah, agar tetap berjalan tertib dan tidak menyalahi aturan.

‎Meski angka bantuan keuangan provinsi pada 2027 masih digodok, pada alokasi 2026 untuk 10 kabupaten/kota di Kaltim sebagai berikut:
‎1. Samarinda Rp311,66 miliar
‎2. Berau Rp222,09 miliar
‎3. Paser Rp213,33 miliar
‎4. Balikpapan Rp139,18 miliar
‎5. Bontang Rp Rp88,85 miliar
‎6. Penajam Paser Utara Rp62,99 miliar
‎7. Kutai Kartanegara Rp 50,32 miliar
‎8. Kutai Timur Rp27,49 miliar
‎9. Kutai Barat Rp5 miliar
‎10 Mahakam Ulu Rp5 miliar. (*/)