TITIKNOL.ID, PENAJAM — Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan peninjauan terhadap tiga lokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai calon kawasan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Ketiga lokasi tersebut berada di Kelurahan Nenang, Tanjung Tengah dan Api-Api.
Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharto mengatakan survei lapangan dilakukan pada April 2026 menyusul audiensi antara Pemerintah Kabupaten PPU dengan KKP terkait usulan pembangunan dan revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang akan terintegrasi dalam program KNMP.
“Peninjauan oleh KKP sudah dilakukan pada April lalu. Kami mendampingi survei di tiga lokasi, yakni Kelurahan Nenang, Tanjung Tengah, dan Api-Api,” ujar Andi, Kamis (21/5/2026).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten PPU mengusulkan delapan titik calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Sesumpu, Kayu Api, Tanjung Tengah, Logpond CV Alas, Logpond SDR, Sesulu, Api-Api dan Babulu Laut.
Meski proses survei telah dilakukan, Andi menegaskan keputusan penetapan lokasi pembangunan tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui KKP.
“Ketiga lokasi itu sama-sama memiliki potensi. Harapan kami tentu semuanya bisa direalisasikan,” katanya.
Saat ini, KKP masih melakukan kajian lanjutan sebelum menentukan lokasi yang akan ditetapkan sebagai kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di PPU.
Pemerintah daerah pun masih menunggu keputusan resmi dari kementerian terkait lokasi yang dipilih.
“Mudah-mudahan tahun ini sudah ada kejelasan melalui surat keputusan, sehingga ada titik yang benar-benar ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih,” tambahnya.
Menurut Andi, program KNMP dinilai strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan karena akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan dalam satu kawasan terpadu.
Fasilitas yang direncanakan meliputi pabrik es, cold storage, sentra kuliner, SPBU nelayan, bengkel, hingga tempat pendaratan dan pelelangan ikan.
“Jadi hasil tangkapan nelayan bisa ditampung dan dikelola dalam satu kawasan. Harapannya tentu dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan nelayan,” jelasnya.
Ia juga menyebut hingga saat ini belum ada daerah di Kalimantan Timur yang mendapatkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dari pemerintah pusat. (TN02)












