TITIKNOL.ID, PENAJAM — Kabupaten Penajam Paser Utara terus menunjukkan potensi besar di sektor perikanan budidaya, khususnya pengembangan rumput laut jenis gracilaria atau yang lebih dikenal masyarakat setempat dengan sebutan sango-sango.
Sedikitnya 6.000 hektare tambak produktif yang tersebar di wilayah kabupaten tersebut kini sebagian besar dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut gracilaria dengan total produksi mencapai sekitar 9.000 ton setiap tahun.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto mengatakan dalam beberapa tahun terakhir para petambak mulai beralih membudidayakan rumput laut gracilaria karena dinilai lebih menjanjikan dari sisi ekonomi serta memiliki pasar yang terus berkembang.
“Sebagian petambak beberapa tahun terakhir mulai memilih budidaya rumput laut gracilaria,” ujarnya saat ditemui ditemui diruang kerjanya. Rabu (20/05/2026).
Ia menjelaskan, ribuan hektare tambak produktif tersebut mayoritas berada di wilayah Kecamatan Babulu dan Kecamatan Penajam. Kawasan itu dinilai sangat cocok untuk pengembangan budidaya rumput laut karena didukung kondisi perairan yang stabil serta ketersediaan lahan tambak yang luas.
Menurut Andi, tingginya produksi rumput laut gracilaria dari Kabupaten Penajam Paser Utara berpotensi besar mendukung program hilirisasi rumput laut yang tengah didorong pemerintah pusat.
Bahkan daerah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan industri pengolahan rumput laut di Kalimantan Timur.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga membuka peluang seluas-luasnya bagi investor maupun pelaku usaha untuk menanamkan modal di sektor pengolahan rumput laut.
Kehadiran industri pengolahan dinilai sangat penting guna meningkatkan nilai tambah hasil budidaya yang selama ini sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Minimal ada pabrik pengolahan rumput laut skala industri bahan baku setengah jadi,” katanya.
Selain gracilaria, Pemkab PPU juga berencana menghidupkan kembali budidaya rumput laut jenis cottonii di kawasan pesisir.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui bantuan bibit unggul kepada masyarakat pembudidaya agar produksi rumput laut semakin meningkat.
Ia menilai potensi pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Penajam Paser Utara masih sangat besar, baik untuk gracilaria maupun cottonii.
Dengan adanya dukungan industri pengolahan, harga rumput laut di tingkat petambak juga diharapkan menjadi lebih stabil dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi pasar.
Tidak hanya itu, keberadaan pabrik pengolahan rumput laut diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Selain meningkatkan pendapatan petambak, industri tersebut juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan roda perekonomian daerah, terutama di wilayah pesisir dan sentra tambak.
Pemerintah daerah optimistis sektor budidaya rumput laut dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru Kabupaten Penajam Paser Utara di tengah pesatnya perkembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). (TN02).












