TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) meminta Perumda Air Minum Danum Taka mengambil langkah untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan, kondisi cuaca panas dan kering yang berlangsung saat ini berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Karena itu, pemerintah daerah akan menginstruksikan Perumda Air Minum Danum Taka untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Pemerintah akan menginstruksikan Perumda Air Minum Danum Taka untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air. Dalam kondisi kekeringan seperti sekarang, masyarakat yang kesulitan air bersih harus dibantu,” kata Abdul Waris Muin, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, penanganan kebutuhan air bersih tidak boleh menunggu hingga masyarakat mengalami kesulitan yang lebih parah. Terlebih, air merupakan kebutuhan dasar yang digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan sehari-hari.
Abdul Waris berharap Perumda Air Minum Danum Taka dapat segera memetakan wilayah yang membutuhkan bantuan serta menyiapkan langkah penyaluran air bersih apabila kondisi kekeringan semakin meluas.
“Kami berharap Perumda Air Minum Danum Taka bisa membantu masyarakat yang membutuhkan air, supaya warga yang kesulitan tidak sampai mengalami kekeringan,” ujarnya.
Pemkab PPU juga akan memantau kondisi masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak musim kemarau. Jika ditemukan warga yang mengalami keterbatasan sumber air, pemerintah daerah akan mendorong adanya penanganan secara cepat.
Selain persoalan air bersih, Abdul Waris mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Cuaca panas dan kering membuat semak, ranting, serta material mudah terbakar lebih rentan tersulut api.
Masyarakat diminta berhati-hati dalam menggunakan api, termasuk ketika memasak dan membakar sampah, agar tidak memicu kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian.
“Yang terpenting adalah kewaspadaan. Jangan sampai karena kelalaian, kemudian terjadi kebakaran dan menimbulkan kerugian,” pungkasnya. (*/)












