BalikpapanTitiknolKaltim

Mabes TNI Nilai Warga Balikpapan Sigap Hadapi Ancaman Karhutla

3
×

Mabes TNI Nilai Warga Balikpapan Sigap Hadapi Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini
Dandim 0905/Balikpapan bersama Tim Mabes TNI Brigjen TNI Mar Agung Triasnanto dan Marsma TNI Anang Surdwiyono. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri ‎

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga Kota Balikpapan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
‎
‎Tim penyuluhan karhutla Mabes TNI menilai masyarakat Balikpapan telah memiliki jejaring sosial dan pola respons yang cukup baik dalam menghadapi potensi bencana.
‎
‎Penilaian tersebut disampaikan Brigjen TNI Mar Agung Triasnanto setelah tim Mabes TNI, TNI Angkatan Darat dan Pusat Penerangan TNI AD menjalankan tugas penyuluhan penanganan karhutla di Kalimantan Timur selama hampir satu bulan.
‎
‎Menurut Agung, selama berada di Balikpapan, pihaknya melihat kejadian karhutla relatif minim. Selain karakter wilayah yang merupakan kawasan perkotaan, kondisi tersebut juga didukung kesiapan masyarakat dalam merespons potensi bencana.
‎
‎“Di Kalimantan Timur dan khususnya Balikpapan ini untuk kejadian bencana hampir tidak ada. Kebakaran hutan hampir tidak ada karena memang ini perkotaan,” kata Agung usai bersilaturahmi dengan Wali Kota Balikpapan di Balai Kota Balikpapan, Rabu (23/9/2026).
‎
‎Meski demikian, Agung mengingatkan kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan masyarakat menurun. Kesiapsiagaan perlu terus dipertahankan melalui edukasi serta penguatan sistem mitigasi di tingkat lingkungan.
‎
‎Ia mengatakan masyarakat Balikpapan telah memiliki jaringan sosial yang memungkinkan warga bergerak relatif cepat ketika terjadi suatu kejadian.
‎
‎“Kami melihat struktur sosial masyarakatnya sudah punya sistem yang bagus menghadapi bencana. Mereka sudah punya jaringan-jaringan, apabila ada kejadian mereka bisa bergerak dengan cepat,” ujarnya.
‎
‎Menurut Agung, pola tersebut menjadi modal penting dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Respons cepat di tingkat masyarakat dinilai dapat membantu mencegah potensi kejadian berkembang menjadi lebih besar.
‎
‎Karena itu, edukasi dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga kemampuan respons terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lingkungan mendukung terjadinya kebakaran. (*/)