PenajamTitiknolKaltim

Dorong Smart Farming, Pemkab PPU Siapkan Lima Drone untuk Petani

181
×

Dorong Smart Farming, Pemkab PPU Siapkan Lima Drone untuk Petani

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.

Salah satu langkah yang disiapkan ialah pengadaan lima unit drone pertanian guna mendukung aktivitas petani di lapangan.
‎
‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Ade Rianto, mengatakan penerapan teknologi pertanian dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian.

Langkah ini bertujuan memastikan teknologi yang digunakan sesuai kebutuhan serta memberikan manfaat nyata bagi petani.
‎
‎“Kita ada upaya untuk kolaborasi dengan teman-teman Dinas Pertanian dalam rangka meningkatkan efektivitas produksi pertanian. Bagaimana caranya alat-alat baru ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pertanian di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
‎
‎Menurut Ade, penerapan teknologi di sektor pertanian tidak hanya berfokus pada pengadaan peralatan, tetapi juga pada efektivitas pemanfaatannya untuk menunjang proses produksi.

Karena itu, jumlah drone yang direncanakan masih dapat dievaluasi berdasarkan kebutuhan di lapangan dan dampaknya terhadap produktivitas pertanian.
‎
‎“Kita berupaya untuk melangkah ke arah smart farming,” terangnya.
‎
‎Selain mendorong pemanfaatan teknologi modern, Pemkab PPU tetap memberikan dukungan kepada petani melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, serta sarana pengendalian hama dan perlindungan tanaman. Dukungan tersebut melibatkan pemerintah pusat dan perangkat daerah terkait.
‎
‎Ade menjelaskan, bantuan pertanian diberikan secara berkelanjutan untuk mendukung berbagai tahapan produksi, mulai dari penyediaan benih hingga pemanfaatan peralatan pertanian.
‎
‎“Bantuan pemerintah itu komprehensif, mulai dari benih, kemudian alat-alat pertanian, produksi, dan lain sebagainya. Itu diberikan secara hulu-hilir dan berkesinambungan bagi petani kita,” jelasnya.
‎
‎Terkait jumlah dan jenis alsintan serta bantuan pengendalian hama yang telah dialokasikan pada 2026, Ade mengatakan data terperinci berada di Dinas Pertanian PPU sebagai perangkat daerah yang menangani sektor tersebut.
‎
‎“Kalau secara jumlah atau pastinya, itu di Dinas Pertanian yang lebih memahami dan memegang data lengkapnya,” ujarnya.
‎
‎Pemkab PPU berharap perpaduan antara bantuan pertanian konvensional dan pemanfaatan teknologi modern dapat meningkatkan efisiensi kegiatan produksi. Penggunaan drone diharapkan menjadi bagian dari upaya pengembangan smart farming yang disesuaikan dengan kebutuhan petani.
‎
‎Melalui langkah tersebut, Pemkab PPU berupaya memperkuat sektor pertanian daerah, mendukung ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi bagi petani. (Adv/KominfoPPU)