PenajamTitiknolKaltim

Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Ekstrem di Sepaku, Bupati Mudyat Noor Siapkan Bantuan Berkelanjutan

144
×

Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Ekstrem di Sepaku, Bupati Mudyat Noor Siapkan Bantuan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, kembali menyalurkan bantuan 19.000 liter air bersih bagi masyarakat Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Sabtu (31/10/2026).

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat kemarau ekstrem, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menyalurkan bantuan sebanyak 19.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Sabtu (31/10/2026).
‎
‎Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari akibat dampak fenomena El Nino yang memicu kondisi kemarau dan berkurangnya ketersediaan sumber air.
‎
‎Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 14.000 liter merupakan bantuan pribadi Mudyat Noor yang didistribusikan ke RT 01 dan sejumlah titik di Desa Karang Jinawi. Sementara 5.000 liter lainnya berasal dari dukungan Pemerintah Kabupaten PPU melalui Perumda Air Minum Danum Taka.
‎
‎Mudyat mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan mendapatkan salah satu kebutuhan dasar tersebut.
‎
‎“Sedikit bantuan air bersih ini kiranya dapat dimanfaatkan bersama untuk memenuhi kebutuhan warga, terlebih di tengah kondisi kemarau saat ini,” kata Mudyat.
‎
‎Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengupayakan langkah penanganan agar persoalan keterbatasan air bersih tidak hanya ditangani melalui bantuan sementara.

Salah satunya dengan melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat untuk mendukung ketersediaan sumber air maupun armada distribusi.
‎
‎Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian serius.

Karena itu, Pemkab PPU terus berupaya mengidentifikasi sumber-sumber air potensial sekaligus mengoptimalkan penyaluran kepada masyarakat yang membutuhkan.
‎
‎Mudyat juga mengungkapkan, persoalan keterbatasan air bersih di Desa Karang Jinawi bukan hanya terjadi ketika musim kemarau.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan jangka panjang melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
‎
‎Selain mengoptimalkan peran Perumda Air Minum Danum Taka, pendistribusian air bersih juga akan dikoordinasikan dengan sejumlah perangkat daerah dan unit terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU.
‎
‎Untuk mempermudah penanganan, masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih diminta menyampaikan permohonan melalui ketua RT dan kepala desa, kemudian diteruskan kepada pihak kecamatan agar dapat segera dikoordinasikan.
‎
‎“Silakan masyarakat yang membutuhkan berkoordinasi melalui RT, kepala desa, dan dilaporkan ke kecamatan. Nantinya akan kita koordinasikan agar pendistribusian air bersih bisa dilakukan dan diupayakan berkelanjutan melalui bantuan unit lain, misalnya BPBD ataupun lainnya,” ujarnya.
‎
‎Ia berharap, kolaborasi pemerintah daerah, perusahaan, dan berbagai pihak terkait dapat memperkuat armada distribusi sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat ditangani lebih cepat dan berkelanjutan.
‎
‎Sementara itu, salah seorang warga Desa Karang Jinawi, Ambar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan air bersih yang disalurkan Bupati PPU.

Baca Juga:   Pengecer Masih Bisa Beli LPG 3 Kg, Wajib Terdaftar di Aplikasi MAP Pertamina

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.
‎
‎“Terima kasih kepada Pak Bupati yang telah menyalurkan bantuan air. Ini sangat bermanfaat bagi warga, terlebih beliau hadir secara langsung untuk melihat kondisi masyarakat di Desa Karang Jinawi,” ungkap Ambar.
‎
‎Ia berharap perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat Karang Jinawi terus berlanjut. Sebab, selain menghadapi persoalan keterbatasan air bersih saat kemarau, warga juga kerap mengalami banjir ketika musim hujan.
‎
‎“Semoga dengan kehadiran Pak Bupati, warga Karang Jinawi semakin diperhatikan, tidak hanya soal air bersih, tetapi juga sejumlah persoalan lainnya, termasuk banjir yang kerap terjadi saat musim hujan,” pungkasnya. (Humas/Adv/DiskominfoPPU)