TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Niño pada periode 2027–2028.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah mengoptimalkan sumber air baku melalui normalisasi Embung Lawe-Lawe dan Embung Buluminung.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait meninjau langsung kondisi kedua embung tersebut. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi aktual sumber air sekaligus mengidentifikasi potensi pemanfaatannya dalam mendukung kebutuhan air baku masyarakat.
Dalam peninjauan itu, pemerintah daerah melihat pentingnya normalisasi dan optimalisasi fungsi embung sebagai salah satu sumber pendukung ketersediaan air baku. Langkah tersebut dinilai perlu dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan berkurangnya pasokan air ketika musim kemarau berlangsung.
Abdul Waris menyampaikan dukungan terhadap upaya pengamanan sumber air baku di PPU. Ia berharap persoalan tersebut mendapat perhatian bersama, termasuk melalui komunikasi dan kesepahaman dengan DPRD Kabupaten PPU.
Menurutnya, penanganan ketersediaan air baku membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah daerah, instansi teknis, DPRD, maupun pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar langkah penanganan dapat direncanakan secara matang, terpadu, dan berkelanjutan, sehingga potensi sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ancaman kemarau panjang pada periode 2027–2028 menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan langkah antisipasi. Potensi fenomena El Niño dikhawatirkan dapat memberikan tekanan terhadap ketersediaan air baku apabila tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air.
Karena itu, normalisasi embung, pemanfaatan sumber air alternatif, serta penguatan infrastruktur pendukung perlu dipersiapkan sejak dini. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya mengandalkan sumber air yang selama ini digunakan, tetapi juga mengoptimalkan potensi cadangan air yang tersedia.
Ketersediaan air baku merupakan faktor utama dalam menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Terlebih, kebutuhan air harus tetap terpenuhi meskipun daerah menghadapi penurunan curah hujan dalam waktu panjang.
Melalui peninjauan Embung Lawe-Lawe dan Buluminung tersebut, Pemkab PPU berharap dapat merumuskan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan air daerah sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat. (Humas/Adv/KominfoPPU)
Antisipasi El Nino 2027–2028, Wabup Abdul Waris Dorong Optimalisasi Embung Lawe-Lawe dan Buluminung











