TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di ruang Rapat Mangkupelas Balaikota. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama anak berada di sekolah.
“Hakikatnya seluruh sekolah harus ramah anak. Sekolah harus senantiasa memberi pemenuhan hak dan perlindungan pada anak serta membuat anak merasa aman dan nyaman,” ungkap Plh Sekda Marnabas dalam sambutannya, Kamis (16/11).
Plh Sekda juga menuturkan bahwa keberadaan Sekolah Ramah Anak didesain untuk membentuk anak yang tangguh dan mandiri sebagai bentuk persiapan menyambut Indonesia Emas tahun 2045 mendatang. Oleh karena itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di lingkungan pendidikan.
“Kesiapan semua OPD sangat diperlukan untuk mewujudkan Kota Layak Anak. Komitmen kita harus dituangkan dalam kesepakatan bersama. Kita bisa menjadi bangsa yang besar apabila kita menghormati anak-anak kita,” tambah Marnabas.
Selain itu, pembentukan Sekolah Ramah Anak juga bertujuan untuk memenuhi, melindungi, menjamin dan mempromosikan hak anak dalam kelangsungan hidup serta menciptakan ruang bagi anak untuk berpartisipasi dalam lingkungan sekolah dan menciptakan lingkungan sekolah yang protektif dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perilaku salah lainnya.
“Dalam sekolah ramah anak, siswa tidak cuma pasif, tapi aktif turut terlibat dalam pengambilan kebijakan, pembelajaran dan pengawasan sehingga membawa sekolah itu menjadi sekolah yang inklusif dan partisipatif,” ujarnya.
Plh Sekda berharap kegiatan ini dapat meningkatkan komitmen bersama dalam capaian Indikator Menuju Kota Layak Anak (KLA) untuk Klaster Pendidikan yang dilaksanakan Perangkat Daerah terkait dan bersinergi dengan program-program lainnya, seperti sekolah sehat, sekolah adiwiyata, sekolah siaga kependudukan, sekolah inklusi dan lain-lain. Sehingga target peningkatan menjadi KLA Utama Tahun 2024 dapat diwujudkan.
“Saya berharap MTs Negeri Samarinda dapat memacu dan memotivasi sekolah-sekolah lainnya untuk mengikuti langkah yang serupa dan dapat menginisiasi menjadi Sekolah Ramah Anak,” pungkasnya. (adv)












