TitiknolKaltara

Neraca Dagang Kaltara Surplus US$ 231,47 Juta

×

Neraca Dagang Kaltara Surplus US$ 231,47 Juta

Sebarkan artikel ini
Pelepasan ekspor lada Kaltara ke Vietnam oleh Mentan Syahrul Y Limpo dan Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang. ISTIMEWA

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Ekspor komoditas melalui pelabuhan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami peningkatan 4,25 persen. Catatan itu merupakan perbandingan dari September ke Oktober 2022.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara Slamet Romelan menyebut, ekspor September mencapai US$ 247,84 juta dan menjadi US$ 258,38 juta pada Oktober kemarin.

“Seluruh komoditas ekspor melalui pelabuhan di Kaltara Oktober 2022 hampir seluruhnya komoditas barang nonmigas,” ungkap Slamet dikutip dari keterangan resminya di kanal YouTube BPS Kaltara, Senin (12/12).

Nilai ekspor nonmigas Kaltara periode Januari-Oktober 2022 mencapai US$ 2,136.09 juta atau naik sebesar 74,79 persen dibanding periode Januari-Oktober di tahun 2021.

Peningkatan ekspor Oktober 2022 dibandingkan dengan September 2022 disebabkan meningkatnya ekspor kelompok barang nonmigas hasil tambang sebesar 10,92 persen, hasil industri menurun sebesar 29,71 persen.

“Sayangnya, hasil pertanian mengalami penurunan sebesar 8,90 persen,” sebutnya.

Kemudian, total ekspor komoditas asli Provinsi Kaltara pada Oktober 2022 mencapai US$ 246,94 juta, atau mengalami peningkatan 11,00 persen dibandingkan dengan kondisi September 2022 yang mencapai US$ 222,46 juta.

“Oktober 2022, sektor hasil tambang mengalami peningkatan ekspor sebesar 10,92 persen atau menjadi US$ 228,91 juta, hasil industri mengalami peningkatan menjadi US$ 1,18 juta atau naik sebesar 5,425.71 persen, dan sektor hasil pertanian melakukan ekspor sebesar US$ 16,85 juta mengalami peningkatan sebesar 4,82 persen,” paparnya.

Di sisi lain, total ekspor Kaltara yang dilakukan melalui pelabuhan di luar Kaltara pada Oktober 2022 mencapai US$ 15,80 juta. Masing-masing melalui pelabuhan di DKI Jakarta sebesar US$ 1,68 juta, Jawa Timur sebesar US$ 12,61 juta, dan Sulawesi Selatan sebesar US$ 0,36 juta.

Baca Juga:   Sampai Jumpa Tahun Depan

Negara tujuan utama ekspor Kaltara ialah China, India, Philippines, Korea, dan Taiwan dengan nilai masing-masing mencapai US$ 67,33 juta, US$ 58,79 juta, US$ 34,85 juta, US$ 19,45 juta, dan US$ 17,89 juta.

“Peranan kelima negara ini dalam ekspor Kaltara mencapai 74,19 persen terhadap total ekspor pada Oktober tahun 2022. Jika dibandingkan dengan September 2022, terjadi peningkatan ekspor ke negara China, India, Philippines, dan Korea. Juga terjadi penurunan ekspor ke negara Taiwan dan Bangladesh,” ujarnya.

Sebaliknya, impor Kaltara pada Oktober 2022 meningkat dibanding September 2022, yaitu sebesar 0,80 persen atau menjadi US$ 26,91 juta. Nilai impor komoditas barang migas tercatat tidak melakukan impor pada bulan Oktober. Sedangkan komoditas barang nonmigas tercatat melakukan impor hingga mencapai US$ 26,91 juta.

“Peningkatan nilai impor pada Oktober 2022 disebabkan oleh peningkatan nilai impor komoditas barang hasil industri menjadi sebesar US$ 26,86 juta atau naik 4,39 persen, impor hasil tambang naik menjadi sebesar US$ 0,04 juta,” ujarnya.

Adapun hasil pertanian tercatat tidak melakukan transaksi impor pada bulan Oktober.Secara kumulatif nilai impor Provinsi Kalimantan Utara periode Januari-Oktober 2022 mencapai US$ 145,57 juta dan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 terjadi peningkatan sebesar 68,62 persen.

Impor nonmigas Kaltara pada Oktober 2022 mencapai US$ 26,91 juta berasal dari China, Singapore, Vietnam, dan Malaysia masing-masing mencapai US$ 12,73 juta, US$ 8,10 juta, US$ 4,56 Juta, dan US$ 1,52 juta.

Jika dibandingkan dengan September 2022, impor non migas pada bulan Oktober 2022 mengalami peningkatan sebesar 4,39 persen. Secara kumulatif nilai impor non migas Januari-Oktober 2022 tercatat sebesar US$ 143,06 juta, mengalami peningkatan sebesar 65,72 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021.

Baca Juga:   TNI AU Siapkan Pangkalan Strategis untuk IKN

“Impor Kaltara mencakup mesin dan perlengkapan elektris lainnya, alat perekam dan produksi suara atau gambar yaitu televisi, termasuk tembakau atau pengganti tembakau yang dipabrikasi,” ujarnya.

Neraca perdagangan kegiatan ekspor-impor melalui pelabuhan di Kaltara tetap menunjukan nilai yang positif atau surplus. Pada bulan Oktober 2022 neraca perdagangan surplus sebesar US$ 231,47 juta.

“Angka ini mengalami peningkatan sebesar 4,67 persen dibanding kondisi September 2022 yang surplus sebesar US$ 221,14 juta,” ujar Slamet. M04