TitiknolKaltara

KIHI dan PLTA bakal Terdampak Resesi? Begini Analisa Bank Indonesia

×

KIHI dan PLTA bakal Terdampak Resesi? Begini Analisa Bank Indonesia

Sebarkan artikel ini

Kepala KPw BI Kaltara, Teddy Arief Budiman (paling kanan). HO

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Bank Indonesia berharap kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi global di 2023, tidak terjadi di Indonesia. 

“Definisi resesi itu kondisi ketika pertumbuhan ekonomi negatif secara dua kali triwulanan. Alhamdulillah, kalau kajian kami sih sepertinya mudah-mudahan Indonesia tidak termasuk negara yang disinyalir akan mengalami resesi,” tuturnya, Selasa 10 Januari 2023 di Tanjung Selor. 

Ia juga optimistis, proyek strategis nasional (PSN) di Kaltara yang telah mengikat banyak investor akan tetap terjaga keberlangsungan pembangunannya. 

“PSN dI Kaltara memang penuh warna karena sumber dananya tidak melulu dari APBN. Kita lihat ada dua  yang besar yaitu KIHI (kawasan Industri Hijau Indonesia) dan PLTA Mentarang itu murni swasta. Sementara PSN menggunakan anggaran negara itu PLBN (Pos Lintas Batas Negara). Sehingga di sini ada mix antara investor swasta dengan negara sebagai sumber pendanaannya,” tutur Teddy. 

Ia menginformasikan dalam waktu dekat Presiden Jokowi akan kembali ke Kaltara memantau proyek-proyek strategis seperti KIHI yang sebelumnya telah di-groundbreaking oleh kepala negara. 

“Ini memberi sinyal bahwa pembangunan akan terus berproses di Kaltara baik yang di Tanah Kuning (KIHI), PLTA. Pantauan kami di KIHI sudah bergeliat pembangunan beberapa jetty untuk angkutan laut. Kemudian pemukiman pekerja di KIHI terus berproses. Mudah-mudahan 2023 ini terus berjalan,” jelasnya.

Ia juga mengungkap target nilai investasi yang dipatok pemerintah pusat di Kaltara meningkat drastis. 

“Semua Rp 9 triliun di 2022 ditarget di 2023 kisaran Rp 25 triliun. Ini menunjukkan pemerintah melihat indikasi bahwa investasi terus bergerak,” ujarnya. M04