Pemkab Bulungan Kini Sediakan Kapal Wisata Tur Sungai Kayan

Kapal wisata “Tenguyun’ milik Pemkab Bulungan berlayar di Sungai Kayan. TITIKNOL.ID

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Menjadi langkah awal untuk menghidupkan potensi wisata Sungai Kayan, Pemkab Bulungan, mengadakan kapal wisata “Tenguyun” untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas tur wisata di sungai yang menjadi ikon Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara ini.

Bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Kabupaten Bulungan dan hari jadi Tanjung Selor yang ke-233, pada 12 Oktober 2023 telah diluncurkan ke publik pemanfaatan kapal wisata yang diberi nama Kapal Tenguyun Sungai Kayan tersebut.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, keberadaan kapal yang dibangun dengan anggaran sekira Rp 600 juta lebih ini, diharapkan bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Hari ini kita perkenalkan, kalau di Sungai Kayan sudah ada kapal wisata yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Hanya untuk teknis pengelolaannya nanti dinas pariwisata mengelola,” ungkapnya.

Bupati Bulungan mengaku sudah menugaskan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bulungan untuk segera mengatur tata kelola kapal wisata tersebut.

“Harus ada manajemen pengelolaannya. Nanti dinas pariwisata yang mengatur manajemen pengelolaannya. Kita berharap kapal ini bisa menjadi ikon baru di Sungai Kayan,” kata Syarwani.

Belum ditentukan tarifnya, kapal ini nantinya menjadi sarana untuk melakukan tur menyusuri Sungai Kayan.

“Sekarang ini kita belum berbicara tarif. Tetapi, arahnya pasti akan ke sana. Bagaimanapun, kapal ini tetap membutuhkan biaya pemeliharaan. Makanya nanti tetap akan ada tarifnya,” ujar Syarwani.

Beberapa spot obyek wisata sudah menjadi pemikirannya, yang nantinya disiapkan dengan memanfaatkan kapal ini. Di antaranya wisata ke kebun buah, hingga wisata religi ziarah ke makam para habaib, yang membawa agama islam ke Bulungan.

Baca Juga:   Syarwani Minta Bentuk Penilai Angka Kredit ASN

“Saya yakin ke depan banyak multiplier effect (efek berganda) seiring hadirnya kapal wisata ini,” ungkapnya.

Keberadaan kapal wisata ini, diyakini akan berdampak terhadap pelaku para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah.

“Kalau musim buah, kita bisa bekerja sama dengan Desa Antutan dan beberapa desa lainnya yang memiliki kebun buah. Jadi, siapapun yang ingin berkunjung bisa difasilitasi melalui kapal wisata tersebut,” bebernya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *