Anggaran Berbasis Ekologi TAKE Bulungan Hijau sudah Terserap 50 Persen

Bupati Bulungan Syarwani berpidato ada sosialisasi anggaran TAKE Bulungan Hijau di Tanjung Selor, Selasa (31/10/2023). HO

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Dana Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) Pemerintah Kabupaten Bulungan telah diserap Pemerintah Desa Rp2 miliar atau 50 persen dari total Rp4 miliar yang dialokasikan.

“TAKE ini adalah salah satu program prioritas kami yang berbasis pembangunan hijau ramah lingkungan,” kata Bupati Bulungan, Syarwani di Tanjung Selor, Selasa (31/10/2023).

TAKE Bulungan Hijau dialokasikan bagi 74 desa yang tersebar pada 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan.

Bupati menegaskan, anggaran TAKE Bulungan Hijau adalah anggaran yang terpisah dengan Alokasi Dana Desa atau ADD.

ADD merupakan kewajiban Pemerintah Kabupaten mengalokasikan pada APBD melalui dana perimbangan setelah setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK), kemudian disalurkan ke Rekening Kas Daerah (RKD).

Bupati memastikan, TAKE Bulungan Hijau tidak membebani dan tidak ada kewajiban untuk mengalokasikan program TAKE ke dalam ADD maupun Dana Desa (DD).

Maka, anggaran TAKE dialokasikan tersendiri oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan dan tidak mengurangi jatah ADD maupun DD yang dikelola oleh Pemerintah Desa.

“Jadi, tinggal teknis pelaksanaan di lapangan yang berkaitan dengan tata kelola kawasan, tata kelola lingkungan hijau yang ada di setiap desa di Bulungan itu dilakukan,” ujarnya.

Bupati berharap, TAKE Bulungan Hijau yang merupakan salah satu dari 15 program prioritas daerah dapat terlaksana dengan baik di tingkat desa.

Jika pelaksanaan tahun ini secara umum berjalan baik, maka alokasi TAKE pada 2024 berpotensi ditambah menjadi Rp5 miliar.

Bupati menegaskan, tidak semua kabupaten di Kalimantan Utara memiliki komitmen seperti TAKE. Bahkan ada yang berkomitmen, tetapi alokasinya dibebankan pada Dana Desa.

Baca Juga:   Polda Rawat Tradisi Nilai-Nilai Tribrata

“Jadi untuk TAKE 2024 silakan kepala desa berkompetisi untuk merebut alokasi Rp5 miliar ini sebanyak-banyaknya,” ajak Bupati.

Bupati Syarwani turut mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak sekedar perbaikan kantor desa, semenisasi, gapura, pagar pemukiman, dan sebagainya.

Melainkan juga pembangunan yang berkaitan dengan lingkungan seperti tempat pembuangan air, tempat penampungan sementara, ketersediaan bak sampah, dan sebagainya yang akan membuat desa menjadi bersih, asri, serta terkelola dengan baik lingkungannya.

Bupati mengatakan, program TAKE Bulungan Hijau adalah komitmen sebagai kepala daerah untuk tetap melestarikan lingkungan hijau di desa yang pengalokasian anggaran kegiatannya tanpa mengganggu ADD dan DD. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *