Penajam

Akmal Malik Nilai Banyak Potensi Wisata di Kaltim Belum Digarap

494
×

Akmal Malik Nilai Banyak Potensi Wisata di Kaltim Belum Digarap

Sebarkan artikel ini

Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik menilai, masih banyak potensi wisata di daerah ini belum digarap secara maksimal

PARIWISATA – Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menerima cinderamata dari Pj Bupati PPU Makmur Marbun saat malam ramah tamah Rapat Kerja Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-Kaltim, di Halaman Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (18/2/2024) malam.TITIKNOL.ID/HO/KOMINFO KALTIM

TITIKNOL.ID,PENAJAM – Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik menilai, masih banyak potensi wisata di daerah ini belum digarap secara maksimal.

Selain itu, juga perlu dilakukan pemetaan agar potensi wisata dapat didorong menjadi wisata unggulan di Kaltim.

Hal ini disampaikan Akmal Malik saat malam ramah tamah Rapat Kerja Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-Kaltim, di Halaman Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (18/2/2024) malam.

Untuk itu, ia meminta Dinas Pariwisata di Kaltim untuk berpikir kreatif mencari terobosan dalam industri pariwisata, sehingga lebih berkembang dan maju.

Selain itu, Dinas pariwisata juga harus mempunyai terobosan agar sektor industri pariwisata tetap hidup dan  berkembang.

“Saya sudah berkeliling di wilayah Kaltim dan melihat masih banyak potensi wisata yang belum digarap,” tuturnya.

Dia mengajak jajaran dinas pariwisata sama-sama belajar mengelola potensi itu dengan berkolaborasi dengan mitra dan para pemangku industri pariwisata lainnya.

“Seperti Sungai Mahakam yang sebenarnya bisa dikelola lebih optimal seperti sungai Chao Praya  di Thailand,” tandasnya.

Menurut dia, permasalahan yang ada selama ini dalam industri pariwisata yaitu kurangnya promosi, akomodasi yang tidak nyaman maupun infrastruktur.

“Hal ini juga terjadi secara umum di industri pariwisata di Indonesia,” beber Akmal.

Akmal menceritakan pentingnya identitas daerah atau simbol dalam mengenalkan suatu daerah.

Misalnya, Penajam Paser Utara yang memiliki simbol Rusa Sambar, harus berupaya melestarikannya, sehingga masyarakat luar tahu, di PPU ada Rusa Sambar.

Baca Juga:   Rekomendasi Mendagri Belum Keluar, TPP Ribuan ASN di PPU Belum Dibayarkan

“Saya menantang Pak Pj. Bupati di area kantor bupati ini ada Rusa yang dipelihara dan dilihat,” kata Akmal.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi mengatakan, industri pariwisata di Kaltim semakin bertumbuh karena meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berwisata. Terlebih Kaltim telah ditetapkan menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Hal ini akan meningkatkan nilai ekonomi sektor pariwisata,” ujar Ririn.

Pemprov Kaltim, melalui Dinas Pariwisata terus berupaya mengembangkan destinasi yang berdayasaing dan berkelanjutan. Karena itu, sektor pariwisata perlu dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat. (*)