TITIKNOL.ID – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, menyatakan bahwa penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kota Tepian merupakan hasil kerja sama yang berkesinambungan antara pemerintah daerah dan DPRD.
“Penurunan angka kemiskinan ekstrem di Samarinda mencapai 30 persen, dari 9.010 jiwa menjadi 6.000 jiwa,” ujar Sani.
Menurut Sani, standar pendapatan agar terlepas dari kemiskinan ekstrem adalah Rp250.000 per bulan.
“Dan kami berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Samarinda sebesar 30 persen,” tambahnya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini kemudian membeberkan beberapa tips jitu yang telah diterapkan di Kota Samarinda untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Program Probebaya
Probebaya merupakan program unggulan yang digagas oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wakilnya Rusmadi Wongso. Program ini fokus pada pembinaan dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat di tingkat RT.
“Melalui Probebaya, masyarakat mendapatkan pelatihan yang dapat meningkatkan ekonomi mereka secara mandiri,” jelas Sani.
2. Kredit Bertuah
Pemerintah Kota Samarinda juga menyediakan program Kredit Bertuah untuk membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendapatkan modal usaha tanpa bunga.
“Kredit Bertuah ini merupakan pinjaman modal tanpa anggunan yang membantu para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya,” kata Sani.
3. Subsidi dan Bantuan Sosial
Pemerintah Kota Samarinda juga memberikan subsidi dan bantuan sosial kepada keluarga miskin ekstrem, seperti bantuan sembako dan air bersih.
“Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” tandas Sani.
Sani berharap tips-tips yang dibagikannya dapat menjadi inspirasi bagi DPRD Kabupaten Soppeng dalam merumuskan strategi untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerahnya.
“Kami berharap apa yang kami bagikan ini dapat bermanfaat bagi Kabupaten Soppeng dalam upaya mereka menurunkan angka kemiskinan ekstrem,” pungkasnya. (*/wil/adv)












