Pj Bupati Makmur Marbun Curhat hanya 4 Jam Istirahat saat Tengok Korban Banjir di Babulu PPU

Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun menyebut waktunya banyak dihabiskan untuk masyarakat

BANTUAN – Pj Bupati Makmur Marbun saat penyerahan bantuan kepada masyarakat korban banjir di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU, Kalimantan Timur, Minggu (12/5/2024) sore. TITIKNOL.ID/HO/HUMAS6

TITIKNOL.ID,PENAJAM – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun menyebut waktunya banyak dihabiskan untuk masyarakat.

Bahkan dalam sehari semalam, Makmur Marbun mengaku hanya punya waktu empat jam untuk beristirahat.

Hal itu dia utarakan di sela-sela penyerahan bantuan kepada masyarakat korban banjir di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU, Kalimantan Timur, Minggu (12/5/2024) sore.

“Saya hanya butuh waktu empat jam dalam sehari semalam untuk istirahat, untuk kepentingan pribadi saya,” kata Makmur Marbun.

Pernyataan Pj Bupati PPU ini sebagai penegasan bahwa pejabat pemerintah adalah pelayan masyarakat.

Awalnya, Makmur mengatakan bahwa pemerintah harus hadir ketika masyarakat ada masalah maupun ketika tidak ada masalah.

Menurutnya, kepala daerah tidak bisa hanya menerima laporan dari masyarakat atau dari bawahannya tanpa turun langsung ke lapangan melihat langsung persoalan yang terjadi.

“Ketika saya diberitahu bahwa wilayah ini terjadi banjir, maka saat itu juga saya langsung turun ke sini untuk mengecek langsung dan menemui masyarakat yang menjadi korban,” kata Makmur Marbun.

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak banjir, kata Makmur, memang tidak seberapa nilainya. Satu atau dua hari mungkin sudah habis.

Tetapi, esensinya bagaimana pemerintah bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat ketika sedang mendapatkan musibah.

“Jadikan bantuan ini untuk menyemangati bapak dan ibu sekalian. Artinya, pemerintah setiap saat hadir, baik ketika waktu senang maupun saat susah,” ujarnya.

Makmur pun berkomitmen, bahwa hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk melayani masyarakat Kabupaten PPU.

Baca Juga:   Marbun  Minta Pejabat PPU Harus Ubah Cara Pandang

Bahkan jika dihitung-hitung, selama 20 jam dalam sehari semalam waktu yang ia miliki dihabiskan untuk masyarakat PPU.

Pada kesempatan ini Pj Bupati PPU Makmur Marbun juga meninjau sejumlah aliran sungai yang diperkirakan menjadi penyebab terjadinya banjir di wilayah itu.

Dia juga menegaskan agar saluran air yang masih mengalami penyumbatan untuk segera dilakukan pengerukan dengan menggunakan alat berat yang ada.

“Saya minta segera turunkan alat berat untuk melakukan pengerukan aliran sungai ini. Pekan depan saya pastikan akan kembali ke sini untuk melakukan pengecekan,” kata Makmur.

Ditambahkannya, langkah antisipasi dini sangat penting untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Kalau orang sakit, sebelum sakit harus mengantisipasi apa yang dibutuhkan ketika sakit. Sebelum hujan harus mengantisipasi menyiapkan payung sebelum hujan, begitu juga menghadapi musim kemarau atau musim hujan, semua harus sudah mengantisipasinya,” ujarnya.

Saat musim kemarau tiba, kata Makmur, terkadang manusia mengeluh karena kekeringan, tetapi ketika musim hujan masyarakat juga mengeluh karena terjadinya banjir.

“Oleh karena itu alam harus bersahabat dengan kita. Artinya jika musim hujan agar tidak terjadi banjir, maka seluruh selokan harus kita bersihkan. Sebaliknya, jika musim kemarau bagaimana kita mempersiapkan agar tidak terjadinya kekeringan yang bisa menyebabkan kebakaran hutan,” jelas dia.

Dalam kunjungannya di Desa Gunung Mulia, Pj Bupati PPU turut didampingi Kepala BPBD PPU, Kuncoro, Camat Babulu, Kansip, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.(Advertorial/Kominfo/Humas6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *