Nasional

Heboh, Libatkan 2 Petugas Haji Nonmuslim, Kepala Kemenag Parepare: Hanya Urus Koper dan Penerima Jamaah

328
×

Heboh, Libatkan 2 Petugas Haji Nonmuslim, Kepala Kemenag Parepare: Hanya Urus Koper dan Penerima Jamaah

Sebarkan artikel ini

Dua Pegawai Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare yang beragama Kristen dan Katolik, dilibatkan pada Panitia Pemberangkatan Jemaah Haji dari Kota Parepare ke Embarkasi UPG Makassar pada tahun 2024 ini menjadi sorotan bahkan viral di media sosial

ILUSTRASI – Dua Pegawai Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare yang beragama Kristen dan Katolik, dilibatkan pada Panitia Pemberangkatan Jemaah Haji dari Kota Parepare ke Embarkasi UPG Makassar pada tahun 2024 ini menjadi sorotan bahkan viral di media sosial. TITIKNOL.ID/HO/KEMENAG RI

TITIKNOL.ID – Dua Pegawai Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare, Sulawesi Selatan yang beragama Kristen dan Katolik, dilibatkan pada Panitia Pemberangkatan Jemaah Haji dari Kota Parepare ke Embarkasi UPG Makassar pada tahun 2024 ini menjadi sorotan bahkan viral di media sosial.

Bahkan para  warganet  dibuat heboh beberapa hari terakhir ini

Berita ini menjadi viral karena sebagian orang menganggap kata ‘petugas haji’ adalah orang yang bertugas sampai ke tanah suci.

Selain itu penggunaan judul bombastis sebagai penarik pembaca maupun penonton mungkin menjadi salah satu pemicu, terlebih jika pembaca hanya terfokus pada judul berita.

Hal tersebut karena kurangnya pemahaman sebagian masyarakat dengan istilah ‘petugas haji’.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, Fitriadi melalui laman resmi Kemenag Pare-pare menjelaskan bahwa, kebijakan ini merupakan hal yang wajar dan tidak ada suatu aturan yang dilanggar.

Ia mengatakan, Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan (mengantar dan menjemput) Jemaah Haji asal Kota Parepare yang tergabung pada Kloter UPG 3 hanya sebatas mengantar jemaah sampai ke Embarkasi UPG di Asrama Haji Sudiang, bukan menjadi PPIH yang berangkat ke Saudi Arabia.

“Banyak komentator/netizen yang menyangka bahwa panitia tersebut sampai ke Arab Saudi sehingga terjadi penolakan,” ujarnya.

Kemudian lanjutnya, Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji asal Kota Parepare terdiri dari Pegawai Kementerian Agama, dan berbagai unsur pada Pemerintah Daerah Kota Parepare seperti Bagian Kesra Setdako, Dinas Kesehatan, Polresta, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo. Tidak ada suatu keharusan semua petugas tersebut harus beragama Islam.

Baca Juga:   Peningkatan Fasilitas Umum 7 Perumahan Dianggarkan Dinas Perkimtan 2024

“ Tugas Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji asal Kota Parepare hanya memastikan semua jemaah dan barang-barangnya aman dan selamat sampai ke Embarkasi Makassar sesuai jadwal yang ditetapkan.

Untuk Bapak Dominggus, S.Th (Agama Kristen) tergabung pada tim Pelayanan Koper Jemaah dan Bapak Yohannes Salu Tandi Alla’, S.Ag (Agama Katolik) tergabung pada Pelayanan Penerimaan Jemaah. Tugas-tugas tersebut tidak terkait dengan ritual ibadah,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya tetap berkomitmen Kementerian Agama Kota Parepare untuk memberikan layanan maksimal kepada semua umat beragama dan melibatkan seluruh pegawai Kementerian Agama tanpa terkecuali sehingga terjadi sinergitas, kesetaraan, toleransi, moderasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Tentu tetap selalu mempertimbangkan faktor hukum, regulasi, etika dan kepatutan dalam mengambil kebijakan.(*)