TitiknolKaltara

Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi di Istana, Gubernur Ungkap Rahasia Stabilnya Harga Pokok dan Energi di Kaltara

361
×

Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi di Istana, Gubernur Ungkap Rahasia Stabilnya Harga Pokok dan Energi di Kaltara

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang kala menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi yang diadakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (14/6/2024). HO-DKISP Kaltara

TITIKNOL.ID – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi yang diadakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (14/6/2024). Rakornas ini dipimpin langsung Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh seluruh kepala daerah di Indonesia, serta para menteri terkait.

Gubernur Kaltara dalam kesempatan ini menyampaikan komitmennya mendukung penuh upaya Pemerintah Pusat dalam pengendalian inflasi. Ia menjelaskan bahwa Pemprov Kaltara telah mengambil beberapa langkah strategis untuk mengendalikan inflasi di daerahnya, antara lain melakukan operasi pasar murah, memberikan bantuan sosial kepada masyarakat miskin dan rentan, serta mendorong peningkatan produksi pangan lokal.

“Kami di Kaltara siap mendukung penuh upaya Pusat dalam pengendalian inflasi. Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok dan energi di Kaltara,” kata Gubernur Zainal.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada seluruh tim pengendalian inflasi, baik pusat maupun daerah, atas kerja keras mereka dalam menekan inflasi hingga mencapai 2,84 persen pada Mei 2024.

“Ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia,” kata Presiden Jokowi.

Ia mencontohkan, 9-10 tahun lalu, inflasi Indonesia mencapai 9,6%. Prestasi ini merupakan hasil dari rapat pengendalian inflasi yang rutin dilaksanakan setiap minggu, sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Presiden Jokowi menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Ia mengingatkan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada perubahan iklim yang dapat mengganggu stabilitas pangan dan ketersediaan air, terutama karena kenaikan suhu di beberapa wilayah.

“FAO telah mengatakan bahwa jika didiamkan (perubahan iklim), 2050 dunia akan mengalami kelaparan berat. Ini yang harus diantisipasi sejak mulai sekarang karena diperkirakan 50 juta petani akan kekurangan air,” tegas Jokowi.

Baca Juga:   Pemprov-SKALA Siapkan Raperda Pengarusutamaan Gender Berkeadilan dan Inklusif

Kekurangan air dapat menurunkan produksi petani dan berdampak pada berkurangnya ketersediaan barang. Hal ini dapat memicu inflasi besar-besaran. Untuk mengatasinya, Presiden Jokowi menginstruksikan Kementerian Pertanian dan Kementerian PU untuk bekerja sama dengan TNI dalam membangun 20.000 pompa air di daerah yang memiliki produksi utama beras.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong pemanfaatan teknologi di bidang pertanian, menarik investasi untuk pengelolaan produk daerah, dan mengelola distribusi produk dengan baik. Ia menyarankan agar setiap daerah memiliki satu produk unggulan untuk dipromosikan dan dimaksimalkan potensinya. (*/wil/dkispkaltara/adv)