Kejaksaan selain memiliki fungsi penegakan hukum tetapi juga berkesinambungan memberikan edukasi tentang hukum terutama kepada generasi muda di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
TITIKNOL.ID, SENDAWAR – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur mencari duta pelajar sadar hukum di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur sebagai langkah untuk mengenalkan generasi muda pada aturan perundang-undangan.
Demikian dijelaskan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Nurul Hisyam pada Rabu (3/7/2024) yang dikutip oleh Titiknol.id.
Dia paparkan, kejaksaan selain memiliki fungsi penegakan hukum tetapi juga berkesinambungan untuk memberikan edukasi tentang hukum terutama kepada generasi muda.
Sejak dini, generasi muda harus melek hukum. Melalui pengenalan hukum tentu saja akan memberikan wawasan kebangsaan dan mampu menjaga marwah integritas manusia Indonesia.
Untuk apa ilmu tinggi tetapi tidak memiliki integritas. Karena itu penting pengetahuan soal hukum harus dipahami dan diingat betul.
“Jadi begini, ada orang yang tidak ada integritas, pasti bisa saja terjebak kepada tindakan yang merugikan orang lain, layak korupsi contohnya,” bebernya.
Langkah membuat Duta Pelajar Sadar Hukum adalah tindakan satu di antara cara mengenalkan hukum kepada generasi muda di kalangan pelajar sekolah. Kali ini dibuat di Kutai Barat.
“Kami lombakan, cari duta pelajar sadar hukum,” kata Nurul Hisyam.
Pelaksaaan lomba Pelajar Sadar Hukum diselenggarakan di Hotel Sidodadi, Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur berlangsung pada Selasa 2 Juli 2024.
Informasi yang diperoleh, telah diikuti 10 pasang pelajar dari tingkat sekolah lanjutan tingkat atas.
Diharapkan dari kegiatan ini membawa pengaruh positif di kalangan pelajar Kutai Barat. “Bawa pengaruh perubahan yang bagus pada level pelajar, paham hukum, ilmu dapat dipakai di sehari-hari nanti,” tutur Nurul Hisyam.
Mereka yang ikut dalam Duta Pelajar Sadar Hukum ini tidak asal comot begitu saja, karena sebelumnya sudah ada proses seleksi yang ketat dan dengan mekanisme kapabilitas yang mumpuni.
Sebagai contoh, peserta sebelumnya harus wajib membuat karya tulis soal hukum dan kemudian dinilai oleh tim juri. Usai dinilai layak, karya tulis akan disampaikan oleh peserta di panggung acara perlombaan.
“Yang lolos kita akan tandingkan lagi ke tingkat provinsi. Nanti mewakili Kabupaten Kutai Barat, cari tiga pasangan terbaik pastinya,” beber Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Toni Yuswanto.
Mereka nanti yang sukses jadi Duta Pelajar Sadar Hukum di Kutai Barat tentu saja bakal diberikan hadiah uang pembinaan dan piagam yang bisa digunakan untuk mengajukan beasiswa ke pemerintah daerah. (*)












