TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Penerapan bus listrik sebagai transportasi umum di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur harus melihat mempertimbangkan angkutan online dan kondisi banjir di Kota Samarinda.
Hal ini ditegaskan oleh Tiopan Henry Manto Gultom, ahli transportasi dari Universitas Mulawarman Kota Samarinda pada Selasa (23/7/2024).
Dia menyatakan, Kota Samarinda sangat membutuhkan fasilitas transportasi yang aman, nyaman serta harga yang terjangkau.
Sebab kendaraan alat untuk mobilitas warga Samarinda termasuk satu di antara pengeluaran biaya yang bisa dibilang tinggi. Karena itu bila Pemkot sediakan angkutan umum yang bisa menghemat biaya pengeluaran warga di Samarinda pasti angkutan umum tersebut akan jadi andalan.
Namun dia mengingatkan kepada Pemkot Samarinda, soal penyediaan transportasi umum bus listrik. Langkah ini bagus saja tetapi harus mempertimbangkan aspek lain agar tidak dipersoalkan.
Topan melihat belakangan ini di Kota Samarinda sudah menjamur jasa angkutan umum berbasis online, mobil plat hitam mengangkut penumpang via online.
Jelas ini jadi tantangan. Pemkot Samarinda harus mencari tahu bagaimana caranya masyarakat bisa beralih dari mobil angkutan online ke BRT atau Buy the Service.
Topan berpandangan, jangan sampai bus BRT sudah disediakan tapi masyarakat tetap masih andalkan angkutan online yang nyaman dan terukur. Ya sama saja, nanti akan jadi sia-sia, tidak efektif itu BRT.
Sisi lainnya soal banjir, sudah lumrah masyarakat tahu Kota Samarinda itu langganan banjir. Pemkot Samarinda harus melihat kondisi ini sebelum menerapkan BRT.
Saat nanti dipertemukan dengan kondisi jalan yang banjir tinggi hingga berhari-hari lalu BRT tidak bisa beroperasi. Pemkot harus mencari armada bus yang tangguh saat nanti diperhadapkan dengan jalanan banjir.
Jika bus tersebut kuat dan mampu terobos banjir, pasti juga akan jadi pilihan utama warga Samarinda untuk jadi sarana transportasi. (*)










