Titiknol IKN

Desain Tower untuk ASN Ibu Kota Nusantara di Kaltim Menunggu Persertujuan Ridwan Kamil

507
×

Desain Tower untuk ASN Ibu Kota Nusantara di Kaltim Menunggu Persertujuan Ridwan Kamil

Sebarkan artikel ini
Pembangunan Istana Negara di Ibu Kota Nusantara. Pengerjaan rusun Aparatur Sipil Negara Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur terus digiatkan. Saat ini tengah fokus susu desain rusun ASN.. (HO/PUPR)

TITIKNOL.ID, JAKARTA – Pengerjaan rusun Aparatur Sipil Negara Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur terus digiatkan. Saat ini tengah fokus susu desain rusun ASN.

Pihak dari Otorita Ibu Kota Negara masih menunggu keputusan desain ASN dari Ridwan Kamil sebagai kurator IKN Nusantara.

Rencananya akan dibangun 40 tower yang berfungsi untuk tempat tinggal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara.

Mengutip dari Kontan.co.id, Badan Usaha Otorita (BUO) yakni PT Bina Karya (Persero) bersama Konsorsium Garuda Nusantara melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk membangun rusun Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua Konsorsium Garuda Nusantara, Witjaksono menjelaskan, lewat kerja sama bersama PT Bina Karya, pihaknya bakal membangun 40 tower yang diperuntukkan bagi ASN.

Adapun nilai investasi yang disiapkan mencapai Rp 20 triliun.

“InsyaAllah kita akan membangun kurang lebih ada 40 tower untuk ASN. Konsepnya hightech tower, di mana nanti ada teknologi-teknologi, tidak seperti yang sudah jadi (rusun ASN IKN saat ini), kita akan membuat yang lebih berbeda,” ujarnya dalam penandatanganan MoU, Kamis (25/7/2024).

Saat ini pihaknya tengah menunggu persetujuan (approval) terhadap desain rusun ASN ini kepada kurator IKN Nusantara yaitu Ridwan Kamil.

Setelah disetujui, pembangunan bisa dimulai dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Dengan KPBU disetujuin Insya Allah kita kejar, kalau sesuai time schedule kita itu di akhir tahun (2024) ini akan melakukan groundbreaking,” ungkap dia.

Witjaksono menambahkan, untuk pembangunan rusun ASN tersebut pihaknya mendapatkan dukungan pendanaan dari Bank of China sebesar Rp10 triliun.

“Alhamdulillah pool of fund-nya sudah kita terima nominalnya kurang lebih Rp10 triliun, dan kita diminta menghabiskan dana Rp10 triliun ini secepat-cepatnya karena mereka juga butuh invesment-nya segera berjalan,” tandasnya.

Baca Juga:   TERBARU! Menpan RB Sebut Setiap ASN di IKN Dapat 1 Unit Hunian Apartemen

Diketahui, Konsorsium Garuda Nusantara dibentuk oleh PT Globalasia Infrastructure Fund (GIF), lewat partisipasi mitra strategis utama dari Indonesia dan luar negeri.

Adapun tiga mitra strategis dalam konsorsium ini adalah:

  • Greenwillow Capital Management (GCM) dari Singapura;
  • China Machinery Engineering Corporation (CMEC) dari Tiongkok;
  • dan CPG Corporation dari Singapura.

Selain itu, Konsorsium Garuda Nusantara tengah berkonsolidasi dengan lebih dari 20 perusahaan investasi dari berbagai negara untuk berpartisipasi dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara. (*)