Bupati Kukar, Edi Damansyah turun langsung mencanangkan gerakan bersama Pemberian Makanan Tambahan Lokal bagi Balita dengan permasalahan gizi.
TITIKNOL.ID, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kini mulai soroti balita yang ada di Kecematan Muara Wis lantaran terindikasi stunting.
Terungkap, tumbuh kembang ratusan balita di kecamatan tersebut mengalami gangguan. Pemerintah setempat bertindak cepat.
Sebagai upaya penanggulangan, pemerintah kecamatan, desa, dan perusahaan saling berkolaborasi memberikan makanan tambahan selama 2 bulan.
“Muara Wis sebagai percontohan penanganan stunting, karena harapan kami itu bebas atau error dari stunting,” ungkap Fadhli Annur, Camat Muara Wis pada Selasa (30/7/2024) di Kabupaten Kukar, Kalimantan Timur.
Asupan makanan tambahan ini diberikan secara rutin selama kurang lebih dua bulan dengan harapan dapat meningkatkan berat badan dan tinggi badan anak.
Menurut Fadhli, salah satu faktor penyebab stunting adalah pola asuh yang salah dan kurangnya perhatian orangtua dalam memberikan makanan bergizi.
Pria tersebut kemudian memberikan contoh, makanan atau jajanan instan pada anak, yang seharusnya diolah sendiri.
Berdasarkan catatanya, hingga pertengahan tahun 2024, tercatat 214 balita di Muara Wis mengalami stunting, dari 600 balita yang ditangani, jumlah tersebut tersebar di 7 desa.
Namun, setelah dilakukan intervensi selama beberapa bulan, hasilnya sudah terlihat. Sejumlah anak balita mengalami peningkatan berat badan.
“Dari 214 kasus stunting, sudah ada beberapa anak di 3 desa mengalami peningkatan. Tinggal 4 desa lagi yang akan kami berikan asupan makan tambahan setiap hari selama dua bulan,” pungkasnya.
Kecamatan Muara Wis merupakan pilot project intetvensi balita dengan permasalahan gizi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Reaksi Bupati Edi Damansyah
Bupati Kukar, Edi Damansyah turun langsung mencanangkan gerakan bersama Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal bagi Balita dengan permasalahan gizi di wilayah tersebut, Selasa 30 Juli 2024.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pemberian makan bergizi kepada balita dan ibunya, penyerahan kartu BPJS kepada warga Muara Wis, dan penyerahan penghargaan kepada kader PKK Muara Wis.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, mengatakan Kecamatan Muara Wis merupakan kecamatan dengan Prevalensi Stunting tertinggi di Kabupaten Kukar, yaitu 214 dari 620 Balita atau 34,52 persen.
Total Balita dengan permasalahan gizi yang harus ditangani agar tidak menjadi stunting di Muara Wis adalah 180 Balita.
Sehingga, total Balita yang harus diintervensi terutama melalui pemberian gizi, baik dalam bentuk PMT Lokal maupun Pemberian Makanan Bergizi (PMB) Pokok, diikuti Tata Laksana oleh Tim Medis adalah sebanyak 394 Balita (63,55 persen) dari seluruh balita di Muara Wis.
Di samping pemberian PMT Lokal dan PMB, harus dilakukan juga Tata Laksana oleh dokter, baik oleh dokter puskesmas maupun oleh dokter spesialis anak dari Rumah Sakit.
“Hadir dokter Spesialis Anak yang merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan dengan rumah sakit. Tujuannya mendekatkan pelayanan, sehingga balita yang memerlukan pemeriksaan tidak harus datang ke Tenggarong,” ungkapnya. (*)












