TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Kalimantan Timur ditetapkan sebagai lokasi untuk Ibu Kota Nusantara, hal ini memberikan manfaat jadi magnet daya tarik orang untuk berkunjung ke Kalimantan Timur.
Karena itu, ada 3 faktor orang pergi berwisata ke suatu daerah.
Demikian dipaparkan oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf RI, Dwi Marhen Yono pada Rabu (31/7/2024).
Dalam kesempatannya, Dwi Marhen mengunjungi dan menikmati event East Borneo International Folklore Festival di Kota Samarinda.
Dia katakan, orang berwista itu faktor pertama karena kulinernya. Suatu daerah ada kuliner yang khas, menggugah selera pasti akan didatangi, diicip.
Kemudian faktor yang kedua, ada penyelenggaraan event, baik secara nasional atau internasional. Festival jadi magnet orang untuk datang.
Faktor ketiga, wisatawan bisa menikmati, merasa enjoy. Saat kunjungan pertama ada kepuasan maka pada momen selanjutnya akan datang lagi, ketagihan untuk melakukan wisata di tempat sebelumnya.
“Kita patut bersyukur, Alhamdulillah ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai wilayah IKN jadi magnet,” tegasnya.
Berdasarkan catatan World Economic Forum dari Travels and Tourism Indeks negara
Indonesia dalam pariwisata menempati peringkat 32.
Angka tersebut naik 12 ke posisi dari 117 negara di seluruh dunia. Wisatawan yang datang ada 11 juta. “Insya Allah pada akhir 2024 jadi 14 juta orang. Semoga memberi perspektif positif ekonomi kreatif kita,” katanya.
Mengenai penyelenggaraan event East Borneo International Folklore Festival di Kota Samarinda, Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni merasa bersyukur dan ucapkan rasa terima kasih.
“Terima kasih kepada masyarakat Kalimantan Timur yang atraktif, sangat responsif, saling menghargai antar bangsa,” ungkapnya. (*)












