Titiknol IKN

Tepis Aura Mistis Istana Garuda IKN, Ini Penjelasan Nyoman Nuarta

476
×

Tepis Aura Mistis Istana Garuda IKN, Ini Penjelasan Nyoman Nuarta

Sebarkan artikel ini
ISTANA GARUDA IKN - Gedung Istana Garuda Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. Presiden  Jokowi secara resmi telah memberi nama gedung Kantor Presiden di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur sebagai Istana Garuda, sedangkan Istana Kepresidenan IKN sebagai Istana Negara. (HO/OIKN)

TITIKNOL.ID – Perupa sekaligus perancang Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN), Nyoman Nuarta, memaparkan bangunan itu dibuat sedemikian rupa guna memperlihatkan kewibawaan dan bukan terkesan mistis.

“Jadi kalau itu menjadi aura mistis dan segala macam, ya itu terserah masing-masing lah, tapi kita membuat itu tentu Istana itu agar berwibawa, kita butuh butuh wibawa itu,” kata Nyoman kepada wartawan dikutip dari Antaranews, Minggu (11/8/2024).

Menurut pendapat Nyoman, membangun sebuah istana negara harus menggambarkan ciri sebuah bangsa, dan bukan mengambil elemen dari masa kolonial.

“Jangan berpikirannya seperti rumah karena kebawa-bawa dari zamannya kolonial. Istana ini harus kita bangun sendiri dengan ciri kita sendiri,” ujar Nyoman.

Maka dari itu Nyoman menilai dia sengaja membuat rancang bangun yang berbeda supaya menegaskan ciri kebangsaan pada Istana Garuda.

Dia juga menjelaskan warna pelat kuningan yang nampak gelap dari Istana Garuda akan berubah warna menjadi hijau karena proses alami terpapar cuaca dan kelembapan.

“Kelembapan alam kita itu dia secara pelan-pelan dia oksidasi berubah ke biru-biru toska,” ucap Nyoman.

Kemudian, lanjut Nyoman, rangka penopang Istana Garuda terbuat dari pelat perforated.

Material itu merupakan plat berlubang dari baja tahan cuaca.

Menurut dia material itu mampu bertahan sampai ratusan tahun.

“Nah itu pertama dia kemerahan tadi, tergantung cuaca begitu, kena hujan, kemudian dia lama-lama tambah gelap. Dan itu sudah terbukti ratusan tahun umurnya,” papar Nyoman. (*)