TITIKNOL.ID — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membantah anggapan bahwa pembangunan mega proyek Nusantara saat ini dalam kondisi mangkrak.
Otorita menegaskan proses pembangunan terus berjalan dan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan hal tersebut di hadapan puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur, Sabtu (23/5/2026).
Mahasiswa yang hadir berasal dari Universitas Mulawarman, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), serta Politeknik Negeri Samarinda.
“Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak dan hari ini saya juga tegaskan bahwa tidak benar kalau IKN merusak hutan,” ujar Troy dalam siaran persnya.
Menurut Troy, Otorita IKN terus mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui penanaman pohon dan penggunaan energi bersih di kawasan Nusantara.
Ia menyebut, kebijakan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut mendorong kebiasaan baru bagi seluruh insan Otorita IKN untuk aktif menanam pohon.
“Kemarin Jumat (22/5), kami juga baru saja melaksanakan kegiatan penanaman pohon, termasuk pohon endemik Kalimantan. Terlebih lagi, di KIPP Nusantara bangunan-bangunan juga didukung listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN dengan kapasitas sekitar 50 MW,” jelasnya.
Troy mengungkapkan hingga saat ini pembangunan IKN telah berhasil menarik investasi sebesar Rp72,39 triliun.
Nilai tersebut terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun dan fasilitas publik serta penugasan kementerian/lembaga sebesar Rp12,10 triliun.
Secara keseluruhan, terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha dalam skema investasi swasta murni serta 15 penugasan kepada kementerian dan lembaga.
Ia menambahkan, dari total 75 PKS tersebut, sebanyak 11 kerja sama berasal dari investor asing dengan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Sementara 64 PKS lainnya berasal dari investor dalam negeri.
“Investasi tersebut masuk ke berbagai sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga hingga fasilitas komersial,” katanya.
Selain pembangunan fisik, aktivitas ekonomi di kawasan Nusantara juga mulai tumbuh melalui berbagai usaha makanan, minuman, dan layanan penunjang kebutuhan masyarakat maupun pekerja di IKN.
Terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan ibu kota negara saat ini masih DKI Jakarta, Troy menegaskan keputusan tersebut tidak membatalkan status IKN sebagai calon ibu kota negara.
Ia menjelaskan, sesuai undang-undang, penetapan resmi perpindahan ibu kota tetap dilakukan melalui Keputusan Presiden yang menjadi kewenangan Presiden Republik Indonesia.
“Fakta hari ini adalah IKN terus berproses dan terus dibangun,” tegas Troy.
Ia kembali menegaskan pembangunan IKN berjalan melalui tiga skema pendanaan, yakni APBN, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta investasi swasta.
“Semuanya bergulir pada saat ini, artinya proses pembangunan terus bergerak. Tidak ada kata berhenti, stagnan, atau mangkrak,” tandasnya.
Menurut Troy, IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terhubung dengan berbagai wilayah di Kalimantan Timur.
“Superhub Ekonomi Nusantara adalah arah pengembangan ekonomi IKN yang menghubungkan klaster strategis untuk menciptakan pertumbuhan baru yang inovatif,” pungkasnya. (*/)












