Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur, persentase penduduk miskin di Kalimantan Timur pada 2024 berada di angka 5,78 persen
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemprov Kalimantan Timur dalam waktu dekat akan sediakan rumah layak huni yang dipersembahkan untuk masyarakat ekonomi lemah.
Pembangunan rumah layak huni atau RLH dibuat dalam dua konsep, khusus bagi orang miskin di di 10 kabupaten kota Provinsi Kalimantan Timur.
Demikian dibeberkan oleh Karo Administrasi Pembangunan (Adbang) Setdaprov Kaltim Irhamsyah di Gedung Diskominfo Kaltim, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (23/8/2024) yang dikutip Titiknol.id.
Dia beberkan, mengacu pada data Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur, persentase penduduk miskin di Kalimantan Timur pada 2024 berada di angka 5,78 persen atau lebih rendah dibanding 2023 yang mencapai 6,11 persen.
Guna percepatan penanganan kemiskinan, saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjalankan program rumah gratis atau Rumah Layak Huni sesuai Peraturan Gubernur Nomor 27 Tahun 2021.
RLH itu dibangun dengan dua tipe. Untuk rumah beton di tipe 36, seluas 6×6 meter dan rumah kayu tipe 45 dengan luasan 6×7,5 meter.
Sumber pendanaannya bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi dari dana corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial dari perusahaan-perusahaan swasta yang ada di setiap kabupaten dan kota Provinsi Kaltim.
“Sasaran rumah gratis ini adalah masyarakat pedesaan dan perkotaan yang tidak mampu dan berpenghasilan rendah,” beber Irhamsyah.
Irhamsyah menyebutkan, untuk 2024 ini Pemprov Kalimantan Timur menargetkan membangun 508 RLH.
“Sejauh ini sudah terealisasi 310 RLH di 10 kabupaten dan kota. Itu sudah 60 persen dari target,” sebutnya.
Tentu ada persyaratan untuk mendapatkan RLH dari Pemprov Kalimantan Timur ini.
Yakni tercatat sebagai masyarakat Kalimantan Timur, tidak memiliki pendapatan tetap atau di bawah UMR dan memiliki tanah siap dibangun yang dibuktikan dengan sertifikat kepemilikan.
“Rumah ini tidak boleh disewakan ataupun dijual. Makanya kita sasar benar-benar yang benar-benar ingin memiliki rumah tetap tapi belum cukup biaya,” katanya. (*)












