Samarinda

Walikota Samarinda Andi Harun Nilai Festival Kue Bulan 2024 Merayakan Keragaman

538
×

Walikota Samarinda Andi Harun Nilai Festival Kue Bulan 2024 Merayakan Keragaman

Sebarkan artikel ini
FESTIVAL KUE BULAN - Walikota Andi Harun menutup kegiatan Festival Kue Bulang pada Selasa (17/9/2024) malam. Festival Kue Bulan atau Moon Cake Festival tahun 2024 berlangsung di ibukota Kalimantan Timur, Kota Samarinda selama tiga hari, digelar sejak Minggu 15 September. 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Festival Kue Bulan atau Moon Cake Festival tahun 2024 berlangsung di ibukota Kalimantan Timur, Kota Samarinda selama tiga hari dari Minggu 15 September. 

Agenda Festival Kue Bulan digelar setiap setahun sekali. Dan kali ini secara resmi telah ditutup pada Selasa 17 Setember 2024 malam di Maha Vihara Sejahtera Maitreya, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

Walikota Andi Harun, turut hadir menutup festival tahunan ini. Dirinya mengapresiasi penyelenggaraan acara ini.

Andi Harun menilai bahwa Moon Cake Festival bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman di Kota Samarinda.

“Saya sangat mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh masyarakat Samarinda,” katanya.

Acara ini membuktikan bahwa warga Kota Samarinda bisa hidup berdampingan dengan damai meski memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Walikota Samarinda, Andi Harun menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan seperti yang tercantum dalam di Pancasila sebagai dasar negara. 

Tentu saja, ujar Andi Harun, warga Samarinda patut bersyukur karena Indonesia memiliki falsafah hidup yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan. 

“Kita harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghormati,” tuturnya. 

Momen Kumpul Bersama Keluarga

Ketua Buddhist Centre Kaltim, Pdt. Hendri Suwito, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya acara ini.

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang sangat tinggi membuktikan tingginya toleransi beragama di Samarinda. 

“Kami beribadah memberikan penghormatan kepada Dewi Bulan, dan masyarakat sangat menghormati kami,” bebernya.

“Ini menunjukkan bahwa meskipun kami lingkup kecil, kami merasa sangat aman dan dilindungi,” katanya lagi.

Dalam kesempatannya, Pdt. Hendri juga menjelaskan makna filosofis dari Moon Cake Festival atau Kue Bulan adalah doa harapan. 

Baca Juga:   Total Peserta Upacara HUT RI di Balikpapan yang Pingsan, Terbanyak ASN dan Pramuka

Kata dia, Moon Cake adalah simbol kesempurnaan dan harapan. Setiap gigitan kue bulan mengandung harapan, baik untuk masa depan 

“Perayaan ini juga menjadi momen berkumpul keluarga untuk bersyukur,” ujarnya. (*)