Samarinda

Catatan Kritis Fasilitas Publik Teras Samarinda, Akses Disabilitas Belum Memadai

419
×

Catatan Kritis Fasilitas Publik Teras Samarinda, Akses Disabilitas Belum Memadai

Sebarkan artikel ini
Kehadiran Teras Samarinda di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mendapat respons banyak pihak.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Kehadiran Teras Samarinda di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mendapat respons banyak pihak. Adanya Teras Samarinda, ada suasana baru bagi masyarakat di Kota Samarinda. 

Namun sejauh ini masih ada catatan kritis terhadap fasilitas publik ini, antara lain mengenai akses bagi kaum disabilitas dinilai masih minim, Senin (7/10/2024). 

Teras Samarinda tahap I senilai Rp 36,9 miliar telah menjadi ruang publik favorit bagi warga Samarinda. 

Meski demikian, sejumlah pihak masih mempertanyakan kelengkapan fasilitas di sana, terutama akses bagi penyandang disabilitas. 

Jalur pemandu berwarna kuning untuk disabilitas memang tersedia, namun dinilai belum maksimal lantaran tidak sinkron dengan pagar pembatas yang ada.

Salah satu warga disabilitas nampak kesulitan melewati pagar pembatas berwarna putih setinggi kurang lebih lutut orang dewasa dengan bantuan tongkatnya pada Minggu 6 Oktober 2024. 

Hal ini menunjukkan bahwa aksesibilitas bagi kaum disabilitas belum sepenuhnya terpenuhi di Teras Samarinda.

Anni Juwariyah, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pemahaman tentang kebutuhan disabilitas dalam pembangunan infrastruktur publik.

Ia menekankan pentingnya sensitif disability atau kepekaan terhadap disabilitas dalam merancang dan membangun fasilitas umum.

“Supaya teman-teman disabilitas bisa menikmati infrastruktur yang diberikan dan dibangun oleh pemerintah. Tapi sering kali karena pemahamannya kurang, jadi seperti itu,” ungkap Anni.

Ia juga menyebutkan bahwa tempat parkir di Teras Samarinda saat ini terlalu jauh, sehingga menyulitkan penyandang disabilitas untuk mengakses fasilitas di dalam kawasan tersebut. 

Anni berharap ke depannya Teras Samarinda dapat menyediakan tanda-tanda visual khusus, termasuk pelican cross untuk memudahkan penyandang disabilitas menyeberang jalan.

“Sebelumnya kami dipanggil untuk menilai sejumlah fasilitas pemerintah untuk disabilitas, hanya saja setelah infrastruktur hampir selesai dibangun. Seharusnya, lebih baik disesuaikan sejak awal, agar tidak perlu diperbaiki lagi nanti,” jelasnya.

Baca Juga:   Stok Migor Merek Minyak Kita Terbatas di Kaltim, Sekda Sri Wahyuni Cari Solusi

Sebelumnya, Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang saat ini tengah mengambil cuti kampanye, menyampaikan bahwa pagar pembatas yang ada saat ini hanya bersifat sementara. 

“Memang belum kita umumkan, namun hanya sementara untuk menghindari orang-orang yang memasukkan kendaraan ke sini. Tapi lambat laun tempat ini adalah tempat yang bisa diakses oleh semua,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa pagar pembatas di Teras Samarinda telah didesain untuk dapat dibuka atau knock down ketika diperlukan oleh penyandang disabilitas. 

Meski demikian, dirinya menghargai masukan ini sebagai bentuk evaluasi untuk terus meningkatkan inklusivitas di Teras Samarinda, Kalimantan Timur.

“Kendalanya di pagar saja, namun ini hanya kurang informasi saja,” pungkasnya. (*)